KETIK, JEMBER – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jember, Madini Farouq, memetik pelajaran politik dari laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina. Menurutnya, kemenangan dramatis Spanyol membuktikan bahwa sebuah pertandingan maupun kontestasi politik tidak pernah benar-benar berakhir sebelum peluit panjang dibunyikan.
Pandangan tersebut disampaikan Madini saat menghadiri acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 yang digelar DPC PPP Jember di halaman kantor partai di Jalan Melati V Nomor 10, Kecamatan Kaliwates, Senin dini hari, 20 Juli 2026.
Dalam pertandingan tersebut, Spanyol dan Argentina bermain imbang tanpa gol sepanjang waktu normal. Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-106 ketika Ferran Torres, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol kemenangan bagi Spanyol.
Gol tunggal itu memastikan kemenangan 1-0 sekaligus membawa Spanyol meraih gelar juara dunia kedua setelah sukses pada edisi 2010.
Madini menilai gol yang lahir pada babak tambahan waktu menjadi pengingat bahwa segala kemungkinan masih dapat terjadi hingga detik terakhir. Menurutnya, filosofi tersebut juga berlaku dalam dinamika politik.
Baca Juga:
Sejumlah Pemain Argentina Terancam Sanksi, FIFA Investigasi Kericuhan Final Piala Dunia 2026"Sepak bola dan politik: bola itu bundar. Sehingga berbagai kemungkinan bisa terjadi," kata Madini.
Ia mengatakan perubahan keadaan sering kali terjadi pada fase-fase terakhir. Karena itu, seluruh upaya politik yang telah dilakukan jauh hari harus tetap dikawal hingga proses pemilu benar-benar selesai.
"Last minute itu penting. Kita melakukan kegiatan-kegiatan jauh-jauh hari sebelum pemilu, tapi kalau di last minute menjelang pemilu kita tidak kawal betul bagaimana suara, bisa hilang suara itu. Bisa berubah peta politik," ujarnya.
Madini menegaskan setiap kader harus mempertahankan semangat perjuangan hingga seluruh tahapan politik berakhir. Menurutnya, tidak ada ruang untuk lengah sebelum hasil benar-benar ditetapkan.
Baca Juga:
FIFA Buka Penyelidikan Keributan Argentina vs Spanyol di Final Piala Dunia 2026"Sebelum peluit wasit dibunyikan, kita harus terus melakukan kegiatan-kegiatan dan usaha-usaha untuk bagaimana menjaring suara ke partai kami, PPP," katanya.
Ia menambahkan, konsistensi dalam bekerja menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mengamankan hasil yang telah diperjuangkan.
Selain mengambil pelajaran dari jalannya pertandingan, Madini juga menyinggung pentingnya penyelenggara pemilu menjaga netralitas layaknya wasit dalam sebuah pertandingan sepak bola. Menurutnya, KPU dan Bawaslu harus mampu memastikan seluruh proses berjalan adil serta menjunjung tinggi prinsip fair play.
Di sisi lain, Madini mengungkapkan nobar final Piala Dunia sengaja digelar sebagai sarana mempererat hubungan PPP Jember dengan masyarakat, khususnya kalangan muda. Dalam kesempatan itu, ia juga mengaku lebih menjagokan Spanyol karena mengagumi gaya bermain tiki-taka, sejarah Islam di Andalusia, serta keberadaan Lamine Yamal yang disebutnya sebagai pemain Muslim. (*)