KETIK, SURABAYA – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, M Rizqy Senja mengkritisi program pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Kritikan ini ia sampaikan bersama puluhan BEM kampus lain saat aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Rabu, 17 Juni 2026.
Ia mengungkapkan, besarnya anggaran untuk MBG ini berdampak besar pada perekonomian untuk pedagang kecil di sekitar sekolah. Selain MBG, ia juga menyoroti anggaran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang perlu dikaji.
"Semisal MBG dan Koperasi Desa Merah Putih ini dihentikan dapat dialihkan untuk anggaran pendidikan dan juga kesehatan yang masih sedikit," katanya.
Terkait kekhawatiran hilangnya lapangan pekerjaan bagi pegawai yang terlibat dalam penyediaan MBG, seperti SPPG. Menurutnya sejak awal MBG sejak awal berorientasi untuk memberikan asupan gizi untuk anak-anak, mencegah stunting bukan berfokus pada penyerapan tenaga kerja.
"Ketika orientasinya bergeser, akan menjadi pertanyaan. Lantas MBG ini hanya untuk membuka lapangan kerja saja atau sebetulnya memberikan makan yang bergizi pada anak-anak? Itu konteks yang berbeda," lanjutnya.
Baca Juga:
Here We Go! Ramadhan Sananta Diperkenalkan Jadi Striker Baru PersebayaRizqy menambahkan, apabila pemerintah memang berniat menekan angka pengangguran dan membuka lapangan kerja. Maka seharusnya dilakukan pembukaan lapangan kerja di berbagai sektor industri yang masif.
Sementara itu, demonstrasi sendiri berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB. Puluhan massa tampak meninggalkan lokasi sekitar pukul 17.00 WIB. Jalan Gubernur Suryo yang tadinya tutup, kini sudah kembali dibuka oleh polisi. Para pengendara sudah bisa melalui jalan tersebut dengan lancar.
Demonstrasi ini diikuti oleh sejumlah universitas di Surabaya, yaitu UNAIR, UKWS, UINSA, UNESA, STIKOSA AWS, UPN Veteran Jatim dan beberapa universitas lainnya. (*)