KETIK, PACITAN – Kemarau di Kabupaten Pacitan tak hanya membuat sumur warga surut. 

Bagi peternak, persoalan lain yang tak kalah bikin pusing adalah sulitnya mencari pakan ternak.

Di Kecamatan Donorojo misalnya, rumput yang biasanya mudah dicari di sekitar lahan kini mengering. 

Kondisi itu salah satunya dirasakan Sugiyo (57), peternak sapi asal Desa Klepu. 

"Kering semua rumputnya, bingung mau nyariin makan ternak," kata Sugiyo menggunakan bahasa jawa kepada Ketik.com, Sabtu, 5 September 2026.

Baca Juga:
Harga Cabai Rawit di Pasar Jatim Tembus Rp62.410, Petani Pacitan Jual Rp25 Ribu

Menurut dia, kelangkaan rumput membuat jerami menjadi salah satu pilihan yang bisa diandalkan. 

Namun, pakan yang sebelumnya bisa diperoleh secara cuma-cuma kini harus ditebus dengan uang.

Peternak pun terpaksa harus membeli.

"Mau tidak mau ya harus membeli damen (jerami). Rp10 ribu per tali," terang Sugiyo.

Baca Juga:
Berburu Albakor dan Tuna, Kapal dari Sulawesi-Cilacap Ramai Parkir di Pelabuhan Tamperan Pacitan

Sejatinya, kata Sugiyo, tidak semua jerami yang diperoleh peternak harus dibeli dari pemilik sawah. 

Terkadang, ada pemilik lahan yang memberikan jerami sisa panen setelah padi dipanen.

Namun, meski jerami diberikan secara cuma-cuma, peternak tetap harus mengeluarkan biaya untuk mengambilnya.

"Ada yang cuma dikasih, tapi ya peternak tetap harus mengeluarkan biaya untuk ongkos pekerja dan sewa mobil," jelasnya.

Karena itu, musim panen padi kini menjadi momen yang ditunggu peternak di tengah sulitnya mencari rumput. 

Jerami sisa panen sawah menjadi seperti barang berharga karena bisa digunakan sebagai alternatif pakan.

Menurut Sugiyo, ketika wilayah sekitar mulai memasuki masa panen padi, peternak berebut berburu jerami.

"Sampai rebutan. Untuk cadangan pakan," ungkapnya.

Kesulitan mendapatkan pakan bahkan membuat sebagian peternak juga rela harus berburu jerami hingga ke wilayah lain.

"Ada yang sampai ke kecamatan lain untuk nyarinya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, Sugeng Santoso, membenarkan bahwa dampak kekeringan mulai dirasakan pada sektor pertanian dan peternakan di wilayah setempat.

Di sektor pertanian, kondisi tersebut tercermin dari menurunnya luas tanam padi. 

Sugeng menyebut luas tanam padi saat ini berkurang sekitar 3.000 hektare dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Ada juga potensi penurunan produksi padi tahun ini dibandingkan tahun lalu," ungkapnya.

Tak hanya mengancam produksi tanaman pangan, kekeringan juga mulai berdampak terhadap ketersediaan pakan ternak. 

"Untuk sektor peternakan, berkurangnya ketersediaan pakan ternak kini mulai terasa," ujarnya.

Ketika ketersediaan pakan semakin terbatas, biaya dan beban pemeliharaan ternak berpotensi meningkat sehingga dapat memengaruhi kondisi pasar ternak.

"Tidak menutup kemungkinan turut berdampak terhadap harga jual," lanjutnya.(*)