Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pun didorong memperkuat koordinasi dan kolaborasi, agar potensi pendapatan daerah dapat tergali secara maksimal.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat evaluasi realisasi pajak dan retribusi daerah Kota Pagar Alam Sumsel tahun 2026 yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pagar Alam Sumsel, Zaily Oktosab Fitri Abidin, di Ruang Rapat Besemah Tige Setdako Pagar Alam, Rabu (4/11).

Dalam arahannya, Zaily menegaskan, peningkatan PAD harus menjadi perhatian bersama.

Salahsatu langkah yang telah dilakukan Pemkot Pagar Alam adalah mempermudah pelayanan publik, guna mendorong kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Baca Juga:
Surat Kesediaan Kades di Jombang Jadi Pj Beredar

Menurutnya, berbagai sektor pajak daerah perlu terus dioptimalkan, terlebih di tengah kebijakan Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD), yang membuat dukungan pendanaan dari pemerintah pusat semakin terbatas.

“Hal ini dilakukan mengingat Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) semakin dikurangi, sehingga berbagai sektor pajak harus dapat dioptimalkan,” ungkap Zaily.

Ia juga mengajak seluruh kepala OPD terkait untuk tidak berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan koordinasi, akselerasi, dan kolaborasi yang kuat agar berbagai potensi penerimaan daerah dapat diidentifikasi dan dimaksimalkan.

Evaluasi ini sekaligus menjadi bahan untuk melihat capaian penerimaan pajak dan retribusi sepanjang 2026, sekaligus merumuskan langkah perbaikan dan strategi peningkatan PAD pada tahun berikutnya.

Baca Juga:
Kronologi Helikopter Mi-17 TNI AD Jatuh di Seruyan, Berangkat Pukul 09.55 WIB untuk Misi Pemadaman Karhutla

Dengan optimalisasi pajak dan retribusi, Pemkot Pagar Alam berharap kemandirian fiskal daerah semakin kuat sehingga kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.