KETIK, BOGOR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah kabar mengenai adanya operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Isu yang beredar sejak Kamis, 20 Agustus 2026 pagi itu sebelumnya memicu spekulasi di tengah masyarakat.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan informasi yang berkembang mengenai adanya peristiwa tertangkap tangan di Kabupaten Bogor tidak benar.
“Menanggapi informasi yang berkembang di masyarakat terkait kabar peristiwa tertangkap tangan di wilayah Kabupaten Bogor, kami klarifikasi bahwa informasi tersebut tidak benar,” ujar Budi di Jakarta, dikutip dari Suara.com, Kamis, 20 Agustus 2026.
Meski demikian, Budi menyampaikan KPK akan memberikan informasi kepada publik secara terbuka apabila terdapat perkembangan yang dapat disampaikan.
Baca Juga:
Jadi Pelopor Tata Kelola Pemerintah Daerah Dalam Mendukung Panas Bumi, Bupati KDS Raih Penghargaan Kementerian ESDM“Untuk saat ini, secara detail belum dapat kami sampaikan. Pada waktunya kami tentu akan sampaikan kepada publik secara transparan,” katanya.
Sebelumnya, publik Kabupaten Bogor dihebohkan dengan kabar dugaan OTT KPK terhadap sejumlah pihak yang disebut berasal dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Informasi tersebut beredar luas sepanjang hari dan menimbulkan berbagai spekulasi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengaku pihaknya juga masih memantau perkembangan informasi tersebut.
Baca Juga:
Anggaran Transfer ke Daerah 2027 Naik 5,5 Persen Jadi Rp735 TriliunHingga saat itu, Pemerintah Kabupaten Bogor belum menerima pemberitahuan resmi dari KPK maupun aparat penegak hukum terkait isu yang beredar.
“Kami tidak bisa memberitakan ya, apakah isu ini benar atau tidak. Tentunya yang berhak menyampaikan kan dari pihak Aparat Penegak Hukum sendiri,” kata Ajat di Cibinong.
Ia menegaskan belum mendapatkan informasi yang cukup mengenai kabar tersebut. Karena itu, Pemkab Bogor memilih tidak berspekulasi mengenai dugaan OTT maupun pihak-pihak yang disebut terlibat.
“Mendingan nunggu dari sana ya, dari APH. Jadi saya sangat menghormatilah dari sana seperti apa, ya, menunggu semua,” ujarnya.
Ajat meminta seluruh pihak menjaga situasi di lingkungan Pemkab Bogor tetap kondusif.
Menurutnya, informasi yang belum memiliki kepastian perlu dikomunikasikan secara baik agar tidak memicu kegaduhan.
“Ya ini kan harus kondusif juga untuk teman-teman di Pemkab Bogor ya. Terus suasananya ada sesuatu yang belum pasti kan harus dicoba untuk dikomunikasikan dengan baik,” jelasnya.
Di tengah simpang siurnya kabar tersebut, suasana kompleks Pemerintah Kabupaten Bogor di Cibinong terpantau sepi pada Kamis malam.
Berdasarkan pantauan sekitar pukul 21.30 WIB, aktivitas di sejumlah area perkantoran tampak lengang.
Gerbang utama Pendopo Bupati Bogor terlihat tertutup dan dipasangi palang kayu.
Satu unit kendaraan patroli Satuan Polisi Pamong Praja terparkir di depan gerbang, sementara sejumlah petugas terlihat berjaga di pos penjagaan.
Kondisi serupa juga terlihat di sekitar Gedung Sekretariat Daerah dan Kantor Bupati Bogor. Tidak tampak aktivitas yang mencolok maupun keluar masuk kendaraan dalam jumlah besar di kawasan tersebut.
Hingga Kamis malam, KPK telah menegaskan bahwa informasi mengenai adanya OTT di Kabupaten Bogor tidak benar.
Pemkab Bogor pun masih menunggu informasi resmi dari aparat penegak hukum terkait isu yang sempat menghebohkan masyarakat tersebut.(*)