KETIK, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus memperluas jejaring kerja sama internasional. Kali ini, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid didampingi Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, Sekda Fathur Rozi menerima kunjungan Konsulat Jenderal Jepang Surabaya di Pendopo Raden Bagus Asra, Rabu, 20 Mei 2026.

Pertemuan silaturahmi tersebut menjadi langkah strategis untuk mempererat hubungan antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan pihak Jepang, sekaligus membuka peluang kolaborasi di berbagai sektor potensial.

Dalam kesempatan itu, Bupati Hamid Wahid memaparkan beragam potensi unggulan yang dimiliki Bondowoso. Mulai dari kekayaan alam dan kondisi geografis, sektor pariwisata yang masuk kawasan Ijen UNESCO Global Geopark, hingga produk UMKM khas seperti tape Bondowoso.

Tak hanya itu, komoditas unggulan daerah berupa kopi, tembakau, dan tebu juga diperkenalkan kepada delegasi Jepang. Potensi energi panas bumi, situs megalitikum, hingga kekayaan budaya lokal turut menjadi bagian penting dalam pemaparan tersebut.

Bupati Bondowoso menegaskan bahwa kunjungan Konsulat Jenderal Jepang Surabaya merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk perhatian terhadap penguatan hubungan Indonesia dan Jepang di tingkat daerah.

Baca Juga:
Bondowoso Genjot Ekonomi Kerakyatan, PKU Akbar 2026 Jadi Momentum Kebangkitan UMKM

“Kami berharap akses peluang kerja sama ke depan dapat berkembang lebih luas, khususnya di bidang pariwisata, budaya, hingga peluang tenaga kerja dan program magang,” ujar Bupati Hamid.

Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang Surabaya, Takonai Susumu menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Pihaknya menyambut baik peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama guna mendukung kemajuan kedua belah pihak, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun pengembangan sumber daya manusia.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut kepada OPD Kabupaten Bondowoso, delegasi Konsulat Jenderal Jepang Surabaya, sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, serta pihak Universitas Negeri Jember yang berperan sebagai fasilitator kegiatan.(*)

Baca Juga:
Infrastruktur Desa Digenjot, Jalan Rusak di Suling Wetan Bondowoso Disulap Jadi Mulus