KETIK, BLITAR – Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso mengajak seluruh anggota Pramuka untuk menjadikan sejarah sebagai pijakan dalam membangun karakter generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan saat melakukan ziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa, 4 Agustus 2026, bersama Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur Arum Sabil dan jajaran.
Menurut Budi Waseso, Bung Karno memiliki peran penting dalam lahirnya Gerakan Pramuka Indonesia. Karena itu, mengenang jasa Presiden pertama Republik Indonesia tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan anggota Pramuka.
"Selain sebagai Proklamator, Bung Karno adalah pendiri Gerakan Pramuka," katanya.
"Beliau yang meresmikan Gerakan Pramuka pada 14 Agustus 1961 dan memberikan Panji Gerakan Pramuka," lanjutnya. Karena itu, sudah sepatutnya generasi Pramuka terus mengenang jasa beliau.
Baca Juga:
Kenang Jasa Sang Proklamator, Ketua Kwarnas Pramuka Ziarah ke Makam Bung KarnoBudi Waseso menegaskan, kegiatan tersebut tidak boleh dimaknai hanya sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai proses pembentukan karakter dan penanaman nilai kebangsaan.
"Kita tidak boleh melupakan sejarah. Kita harus mengetahui siapa yang mendirikan Gerakan Pramuka, siapa Bapak Pramuka Indonesia, dan siapa yang turut membesarkan Gerakan Pramuka," katanya.
Dengan mengenang jasa para pendahulu, kita, kata dia, bisa belajar menghargai perjuangan, sekaligus melanjutkan cita-citanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dirangkaian Hari Pramuka ke-65 ini, akan melibatkan sekitar 24.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 13 Agustus 2026 hingga puncak peringatan Hari Pramuka.
Baca Juga:
Wali Kota Blitar Mas Ibin Ungkap Makna Kunjungan Pimpinan MPR RI ke Makam Bung KarnoUsai berziarah ke Makam Bung Karno, rangkaian penghormatan kepada tokoh bangsa akan dilanjutkan dengan kunjungan ke makam Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Presiden Soeharto, dan Ibu Tien Soeharto.
Budi Waseso menambahkan, Gerakan Pramuka memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang memiliki integritas, berkarakter Pancasila, serta siap menjadi pemimpin masa depan.
Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur Arum Sabil menyebut kunjungan Ketua Kwarnas ke Blitar menjadi momentum strategis untuk memperkuat nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.
Menurutnya, Makam Bung Karno bukan hanya menjadi tempat bersejarah, tetapi juga ruang refleksi untuk mengingat perjuangan para pendiri bangsa.
"Pramuka harus hadir di tengah perkembangan zaman. Kita perlu melestarikan sejarah sekaligus menghadirkan pendidikan kepramukaan yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini," katanya.
"Anak-anak muda harus memahami akar sejarah bangsanya agar memiliki pijakan kuat dalam menghadapi masa depan," pungkasnya. (*)