KETIK, MALANG – Banyak tokoh-tokoh penting, khususnya warga Belanda yang disemayamkan di TPU Nasrani Sukun, atau yang lebih dikenal sebagai Kuburan Londo. Bahkan di sana juga ditemukan makam tokoh Freemason.
Freemason merupakan sebuah organisasi rahasia yang memiliki sebuah misi tertentu. Mereka merupakan kelompok persaudaraan yang berfokus pada nilai moral, mempromosikan cinta, kebenaran, dan erat pada gerakan intelektual.
Saking eksklusifnya kelompok ini, banyak stigma yang melekat, salah satunya sebutan bahwa Freemason ialah aliran sesat. Banyak anggota atau tokoh yang tergabung merupakan ilmuan, akademisi, orang-orang kaya, maupun tokoh penting di masyarakat.
Sebagai daerah yang lama diduduki oleh Belanda, Kota Malang tak luput dari persebaran gerakan Freemason. Kuburan Londo menjadi bukti bahwa organisasi tersebut pernah tumbuh di Kota Malang.
Terdapat simbol berupa jangka dan penggaris siku di beberapa makam tokoh yang ada di Kuburan Londo. Selain itu di nisan lainnya juga terdapat lambang berupa daun akasia. Lambang-lambang tersebut sering diidentikkan dengan kelompok Freemason.
Lambang tersebut berada di pusara Pieter Allaries, Dr. P.A.A.F Eyken dan sang istri. Dr. Eyken merupakan seorang dokter yang sempat bertugas sebagai apoteker di RS Militer di Malang. Ia juga pernah menjabat sebagai
Pusara Pieter Allaries, Dr. P.A.A.F Eyken dan istrinya merupakan makam yang memiliki simbol tersebut. Dr. Eyken merupakan seorang dokter yang bekerja dalam bidang apoteker. Ia sempat bertugas sebagai apoteker di RS Militer di Malang dan sempat menjabat sebagai direktur “De Voskapotheek” di Gemente Malang.
Sementara itu pusara yang ada di samping Dr. Eyken ialah istrinya yang tidak bernama. Konon hal tersebut menjadi ciri khas kelompok Freemason yang memegang teguh kerahasian namun berpikiran bebas dan terbuka.
Tak hanya di Kuburan Londo, jejak Freemason hingga kini juga masih ada di beberapa bangunan di Kota Malang. Salah satunya Gedung Klodjen Kidoelstraat atau Jl. Aris Munandar. Bangunan ini merupakan bekas loji Freemason pertama di Malang dan dibuka pada 1 April 1914. (*
Jejak Tokoh Freemason di Kuburan Londo, Kota Malang
9 April 2024 09:00 9 Apr 2024 09:00
Lutfia Indah, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Salah satu pusara dengan lambang khas Freemason di Kuburan Londo. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
Freemason Kuburan Londo TPU Nasrani Sukun Kota Malang Jejak Freemason MalangBaca Juga:
Terungkap! Kebakaran Gudang Rokok di Malang Ternyata Ulah Karyawan untuk Tutupi PenggelapanBaca Juga:
Hotel Trio Indah 2, Penginapan Berkonsep Heritage di Nol Kilometer Kota MalangBaca Juga:
SMK Nasional Malang Cetak Prestasi dan Siapkan Lulusan Siap Kerja, 90 Siswa Sudah Direkrut Sebelum LulusBaca Juga:
Usai Relokasi, Pedagang Pasar Gadang Malang Tetap Wajib Bayar RetribusiBaca Juga:
Proyek Rp14,9 Miliar Jalan Pasar Gadang Malang, Pengerjaan Ditarget Selesai 7 BulanBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
29 April 2026 14:16
Baru Masuk April, 919 Pasangan di Malang Sudah Ajukan Cerai, Mayoritas Istri Menggugat
28 April 2026 20:00
Usai Relokasi, Pedagang Pasar Gadang Malang Tetap Wajib Bayar Retribusi
28 April 2026 19:13
Proyek Rp14,9 Miliar Jalan Pasar Gadang Malang, Pengerjaan Ditarget Selesai 7 Bulan
28 April 2026 16:45
Cegah PKL dan Drive-Thru, Pemkot Malang Pasang Pagar Tinggi di Pasar Gadang
28 April 2026 14:51
1.200 Lapak Pedagang Pasar Gadang Mulai Dibongkar Demi Perbaikan Jalan
28 April 2026 12:33
21 Hari Vegan Kenalkan Pentingnya Konsumsi Protein Nabati ke Warga Rampal Celaket
Trending
Perjuangan Orang Tua Dampingi Anak UTBK di Universitas Brawijaya, Tanpa Bimbel Andalkan Doa dan Semangat
Warga Kota Malang Luput Perhatian Pemerintah, Rumah Tak Layak Huni tapi Masuk Desil 6
Marak Rokok Ilegal, Ratusan Tenaga Magang di Pabrik Sampoerna Pacitan Tak Dilanjutkan
Warga Jatiroyom Pemalang Geruduk Balai Desa, Tuntut Transparansi dan Mundurnya Perangkat Desa
