KETIK, SURABAYA – Memperingati HUT Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia (RI), warga RW 11 Kelurahan Karah, Surabaya menggelar acara jalan sehat dan bazar pada Minggu, 25 Agustus 2024.

Acara ini merupakan agenda rutin yang selalu digelar setiap tahun. Selain itu acara jalan sehat ini  merupakan puncak dari rangkaian berbagai kegiatan yang sebelumnya digelar untuk merayakan HUT Kemerdekaan ke-79 RI

Agusta Suko Widakdo selaku ketua RW 11 Kelurahan Karah mengatakan selain jalan sehat, pihaknya  menggelar berbagai kegiatan menarik sejak awal bulan Agustus lalu,  seperti lomba memancing, bulu tangkis, tenis meja, bersepeda dan masih banyak lagi.

Ratusan warga RW 11 Kelurahan Karah saat mengikuti kegiatan jalan sehat. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

"Acara ini merupakan puncak dari rangkaian peringata HUT Kemerdekaan ke-79 RI yang sudah kita laksanakan sejak awal bulan Agustus lalu," jelas Agusta kepada Ketik.co.id, Minggu 25 Agustus 2024.

Baca Juga:
Babinsa Koramil 0823/14 Jatibanteng dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan di TPU

Agusta menambahkan seluruh keperluan dalam rangkaian HUT Kemerdekaan ke-79 RI ini adalah hasil swadaya dari seluruh masyarakat di lingkungan RW 11 Kelurahan Karah, Surabaya. Hal ini menunjukkan semangat gotong royong dan guyub rukun antar warga masih sangat terasa di momen hari kemerdekaan.

"Untuk kegiatan ini total hadiah semuanya Rp 55 juta. Itu kami dapat dari swadaya masyarakat di 6 RT yang ada di RW 11," imbuhnya.

"Melihat antusiasme warga yang sangat besar ini menunjukkan semangat gotong-royong masuh tetap terjaga di lingkungan warga RW 11," sambungnya.

Dalam gelaran acara ini turut hadir pula Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Ditemani istrinya Rini Indriyani, Eri tampak ramah menyapa semua warga. Dalam sambutannya dirinya merasa bangga dan bahagia karena semangat kemerdekaan masih tetap terjaga di dalam hati warga Kota Surabaya.

Baca Juga:
Cegah Banjir di Situbondo, Camat Asembagus dan Warga Kompak Bebersih Selokan

Ditambah lagi dengan semangat gotong-royong yang masih terjaga, hal ini menunjukkan jika warga Kota Surabaya benar-benar mengilhami semangat perjuangan para pahlawa. Mereka juga bergotong-royong bahu membahu mengusir penjajah dari bumi pertiwi.

"Jadi melalui kegiatan yang digelar di RW 11 ini menunjukkan bahwa kemerdekaan-kemerdekaan itu harus selalu ada dalam diri kita," jelas Eri.

Eri menuturkan jika sikap cinta Tanah Air tidak bisa dipisahkan dari agama. Islam merupakan negara yang mengajarkan jika mencintai Tanah Air adalah sebagian dari iman. 

Dalam membangun Kota Surabaya tidak bisa dilakukan sendiri diperlukan kerja sama semua warga. Hal ini untuk mewujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya yakni dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kemajuan Kota Surabaya yang kita lihat saat ini tak lepas dari warganya yang selalu menjalankan akidah agama dengan mencintai negaranya dan saling berbagi antar sesama," pungkasnya.(*)