KETIK, LEBAK – Menjaga kualitas beton pada proyek-proyek infrastruktur jalan program Bang Andra di Kabupaten Lebak menjadi perhatian serius PT Rizki Bangun Beton.

Humas PT Rizki Bangun Beton, Achmad Syarif, menegaskan perusahaannya sebagai salah satu penyuplai beton readymix sangat mengutamakan mutu dalam setiap pengiriman.

Menurut Achmad yang juga mantan wartawan dan aktivis senior itu, seluruh proses produksi diawasi ketat oleh ahli beton. Uji mutu dilakukan secara berkala untuk memastikan beton yang dikirim tepat mutu dan sesuai spesifikasi.

"Program Bang Andra ini sangat bagus, membuka akses jalan menuju sekolah dan fasilitas kesehatan. Selain itu juga mampu menjadi akses penghubung daerah pertanian ke area pemasaran komoditi," ujar Achmad kepada wartawan, Senin 26 Oktober 2026.

Ia mengungkapkan, di lapangan satu proyek terkadang disuplai oleh beberapa supplier untuk mengejar target progres. Kondisi tersebut, kata dia, harus diimbangi dengan kontrol mutu yang sama antar-supplier agar kualitas jalan tetap seragam.

Baca Juga:
Pasok Beton Program Bang Andra di Banten, PT Rizki Bangun Beton Utamakan Mutu

Achmad menjelaskan, ada sejumlah prosedur yang wajib diperhatikan kontraktor pelaksana untuk mencegah terjadinya keretakan pada beton.

Pertama, hindari pengecoran saat cuaca panas terik maupun hujan. Idealnya pengecoran dilakukan saat cuaca teduh, sore atau malam hari.

Kedua, pemadatan lahan yang akan dihampar beton harus benar-benar mantap.

Ketiga, setelah beton dihampar, harus rutin disiram setiap hari selama 7 hari. Hal itu untuk memastikan proses pengerasan maksimal dan meminimalisir keretakan. Beton yang sudah dihampar juga harus langsung ditutup terpal dan geotextile untuk menghindari paparan panas langsung dan hujan.

Baca Juga:
SPAM di Lebak Banyak Tak Terawat, DPUPR Akan Perkuat Kelembagaan KPSPAM November Mendatang

"Dalam beberapa kasus, kadang ada kontraktor yang bandel tidak melakukan siram air curing selama 7 hari dan telat cutting lebih dari 12 jam. Hal ini akan mengakibatkan beton bagus pun akan terjadi keretakan," ungkapnya.

Untuk menjaga komitmen mutu, pihaknya mencantumkan klausul khusus dalam kontrak suplai dengan kontraktor. Klausul itu mengatur kewajiban kontraktor untuk melakukan pemadatan, penutupan beton dengan geotextile, dan penyiraman rutin.

"Ini untuk menjaga agar jangan saling lempar tanggung jawab ketika ada keretakan," tegasnya.

Menurut Achmad, keretakan kecil pada beton merupakan hal yang wajar dan masih bisa diperbaiki dengan metode injeksi grouting.

Ia memastikan, setiap pengiriman beton dari PT Rizki Bangun Beton selalu didampingi teknisi yang rutin melakukan slump test. Perusahaan juga menyiapkan benda uji untuk tes tekan di laboratorium independen.

"Kalau beton perusahaan PT Rizki Bangun Beton di lapangan, setiap pengiriman didampingi teknisi beton yang rutin melakukan slump tes serta ada benda uji beton untuk dilakukan tes tekan ke lab independen," tambahnya.

Karena itu, ia meminta agar batching plant tidak langsung dijadikan kambing hitam ketika terjadi keretakan. Sebab, supplier dan kontraktor pelaksana memiliki tanggung jawab dan standar kerja masing-masing.

Bahkan, pihaknya berani memberikan jaminan tertulis dalam kontrak. Jika keretakan disebabkan oleh kelalaian PT Rizki Bangun Beton, perusahaan akan memberikan garansi perbaikan. Segmen yang retak akan diperbaiki, bahkan jika keretakan cukup besar akan dibongkar dan diganti dengan cor beton baru.

"Kami sangat mendukung program Bang Andra, jadi berharap agar kontraktor juga melakukan proses pengecoran sesuai standar sehingga beton yang terpasang kualitasnya tetap terjaga. Walaupun beton dengan mutu tinggi, jika proses pengecorannya tidak sesuai semestinya, maka akan berpotensi terjadi keretakan," pungkasnya. (*)