KETIK, JAWA TIMUR – Upaya mempercepat sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Lembaga Solusi Halal (LSH) PW ISNU Jawa Timur menggelar kegiatan Pendamping Proses Produk Halal (P3H).
Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 1 Agustus 2026 lalu di Aula PCNU Jember dan Graha NU Bondowoso itu diikuti 60 pendamping halal dari kedua wilayah.
Kepala Subdirektorat Pengabdian kepada Masyarakat ITS, Prof Dr Nurul Jadid mengatakan percepatan sertifikasi halal membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga pendamping, pemerintah, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha.
“Penguatan ekosistem halal tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi menjadi kunci agar semakin banyak pelaku usaha yang mendapatkan sertifikat halal,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi perkembangan capaian sertifikasi halal di Kabupaten Jember. Hingga Juli 2026, Jember berhasil meningkatkan peringkat capaian sertifikasi halal dari posisi kesembilan menjadi peringkat ketujuh secara nasional.
Baca Juga:
MAN 1 Ponorogo Gandeng ITS, Perkuat Transformasi Digital Lewat Program ProdistikSementara itu, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat ITS, Kristanti Indah Purwani, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan komitmen ITS dalam mendukung percepatan sertifikasi halal melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia pendamping.
Menurutnya, pendamping P3H memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung langsung antara pelaku UMK dengan proses sertifikasi halal yang telah ditetapkan pemerintah.
“Pendamping P3H memiliki peranan penting dalam mendukung percepatan sertifikasi halal, terutama bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang masih membutuhkan pendampingan intensif,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan terkait kebijakan sertifikasi halal, tahapan pendampingan, penyusunan dokumen, verifikasi data, hingga praktik pengajuan sertifikasi halal.
Baca Juga:
DT Pastry Bakery SMAN 1 Gondangwetan Terima Pesanan Ratusan Produk dari Dindik Jatim dan ITSPara peserta juga melakukan simulasi pendampingan dengan membawa data pelaku usaha yang siap diajukan sertifikasi.
Sementara itu, perwakilan LSH PW ISNU Jawa Timur, Nur Cholis Shaleh menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara ITS dan LSH PW ISNU Jawa Timur dalam menyelenggarakan kegiatan ini.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendamping merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang halal.
"Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga para pendamping memperoleh pembaruan informasi, peningkatan kompetensi, serta ruang untuk saling berbagi," pungkasnya. (*)