KETIK, TUBAN – Dosen Ilmu Komunikasi Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Nibrosu Rohid, berhasil meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. Ia menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dengan mempertahankan disertasi tentang aktivisme digital Generasi Z dan isu hak asasi manusia (HAM).

Nibrosu, yang akrab disapa Niha, dinyatakan lulus dalam ujian disertasi terbuka Program Doktor Ilmu Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair, Kamis, 8 Oktober 2026. Sidang berlangsung di Ruang Adi Sukadana, Gedung A FISIP Unair.

Dalam ujian tersebut, Niha mempresentasikan disertasi berjudul “Digital Activism Generasi Z sebagai Tindakan Komunikatif dalam Membangun Narasi tentang Pelanggaran dan Penegakan HAM”.

Penelitian itu mengkaji peran aktivisme digital Generasi Z dalam membentuk narasi publik mengenai pelanggaran dan penegakan HAM. Topik tersebut relevan dengan perkembangan teknologi digital yang semakin memengaruhi cara generasi muda menyampaikan pendapat dan menyuarakan persoalan sosial.

Ketua sidang, M. Muttaqien, menyatakan Niha mampu mempertahankan disertasinya dengan penguasaan materi yang sangat baik. Dewan penguji pun menerima disertasi tersebut dan menetapkan Niha lulus dengan predikat cumlaude serta IPK sempurna 4,00.

Baca Juga:
Pangi Syarwi Lulus Ujian Doktor Terbuka Unair, Bawa Disertasi Penyebab Split Tiket Voting di Sumbar dan NTT

"Sehingga disertasi promovendus diterima, dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude dan IPK 4,00 sempurna," ujarnya di hadapan dewan penguji.

Niha mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan doktoral. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan akademiknya, terutama promotor dan kopromotor yang mendampingi proses penyusunan disertasi.

Baginya, pendampingan selama studi doktoral tidak sebatas memberikan arahan akademik, tetapi juga menghadirkan perhatian layaknya keluarga.

"Selama proses bimbingan, bagi saya promotor dan kopromotor tidak hanya membimbing, tetapi beliau seperti mengasuh anaknya sendiri," ungkapnya.

Baca Juga:
Duta Literasi PWI Tuban Dibuka Wabup, Peserta SMA/SMK Sederajat Dibekali 4 Materi Kekinian

Niha juga mempersembahkan gelar doktor yang diraihnya kepada kedua orang tuanya. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perjuangan keluarga dalam mendukung pendidikan anak-anaknya.

"Semua ini merupakan hasil jerih payah orang tua saya yang telah berjuang demi memfasilitasi pendidikan anak-anaknya," tambahnya.

Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi civitas akademika Unirow Tuban. Keberhasilan Niha diharapkan dapat memotivasi dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kualitas penelitian, produktivitas akademik, serta kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

Kajian yang diangkat Niha juga memperkuat perhatian terhadap hubungan antara komunikasi digital, partisipasi generasi muda, dan isu HAM. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, penelitian mengenai aktivisme digital menjadi salah satu bidang penting untuk memahami pembentukan opini publik dan penyampaian aspirasi masyarakat.

Ujian disertasi terbuka tersebut dipimpin Dekan FISIP Unair, M. Muttaqien, S.IP., MA., Ph.D. Adapun promotor Niha adalah Prof. Dr. Rahma Sugihartati, Dra., M.Si., sedangkan kopromotornya Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si. Sidang juga melibatkan sejumlah penguji lainnya. (*)