KETIK, JAKARTA – Komitmen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong dalam memperluas akses pendidikan dan mendorong pemberdayaan masyarakat kembali mendapat pengakuan melalui ajang Indonesian SDGs Award (ISDA) 2026. Dalam ajang yang digelar di Binakarna Hall, Bidakara, Jakarta, Selasa (29/9/2026), Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong meraih predikat Platinum melalui program Sinergi Jejak Baik untuk Negeri (SIJEBI) dan predikat Gold melalui program SARtiKa BERDAYA (Sahabat Perempuan Kepala Keluarga Berdaya).
ISDA merupakan penghargaan nasional yang diberikan Corporate Forum for CSR Development (CFCD) kepada perusahaan dan berbagai organisasi sebagai bentuk apresiasi terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab serta kontribusi dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong meraih dua predikat tersebut melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis kemandirian. Pendekatan ini menjadi landasan dalam menjalankan berbagai program sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
General Manager Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong, Safrin, mengatakan keberlanjutan program sosial tidak hanya ditentukan oleh manfaat yang diberikan, tetapi juga oleh kemampuan program dalam mendorong masyarakat mengembangkan potensi dan membangun kemandirian.
“Kami percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkembang ketika mendapatkan kesempatan dan dukungan yang tepat. Karena itu, program yang kami jalankan tidak hanya diarahkan untuk menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga membuka jalan bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Safrin.
Baca Juga:
Indonesia Kembali Maju sebagai Anggota DK PBB, Menlu Sugiono Ungkap Komitmen 2029-2030Di bidang pendidikan, komitmen tersebut diwujudkan melalui SIJEBI, sebuah pendekatan yang mengintegrasikan berbagai inisiatif untuk mendukung pengembangan generasi muda dan kelompok marginal, termasuk sahabat difabel di sekitar wilayah operasional Pabrik Narogong. Program tersebut mencakup BISA PISAN (Solusi Bangun Indonesia Peduli Pendidikan), GENILO (Genius Local) dan EVE (Enterprise-based Vocational Education), yang menjangkau kebutuhan pada berbagai tahapan pendidikan, mulai dari pelajar hingga pendidikan vokasi.
Sejak 2006, BISA PISAN telah menjangkau lebih dari 2.000 pelajar di sembilan desa sekitar Pabrik Narogong, termasuk 500 pelajar pada 2026. Sementara GENILO telah mendampingi lebih dari 200 pelajar SMA, dengan 68 peserta berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri.
Pada jenjang pendidikan vokasi, EVE yang dikembangkan bersama Politeknik Negeri Jakarta memberikan beasiswa pendidikan selama tiga tahun untuk jenjang Diploma III (D3) Teknik Mesin dengan konsentrasi Rekayasa Industri Semen.
General Affairs & Community Relations Manager Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong, Nur Lailiyah, mengatakan pendidikan memiliki peran penting dalam membuka peluang bagi generasi muda untuk terus berkembang.
Baca Juga:
Update Perolehan Medali: Indonesia Naik ke Posisi 16 Klasemen Sementara Medali Asian Games 2026“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas generasi mendatang. Komitmen mendukung peningkatan sektor pendidikan menjadi bagian dari kontribusi kami terhadap pencapaian SDGs, khususnya dalam mendorong akses terhadap pendidikan berkualitas dan kesempatan belajar yang lebih luas,” kata Laily.
Selain pendidikan, pemberdayaan kelompok rentan dilakukan melalui SARtiKa BERDAYA yang berfokus pada penguatan kemandirian ekonomi perempuan kepala keluarga. Program tersebut tidak hanya mendorong pengembangan usaha, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Hingga kini, SARtiKa BERDAYA beranggotakan 92 perempuan kepala keluarga dari tiga desa di sekitar Pabrik Narogong, yakni Nambo, Kembang Kuning dan Klapanunggal.
“Kemandirian tidak terbentuk dalam waktu singkat. Karena itu, kami ingin memastikan para penerima manfaat memiliki ruang untuk terus bertumbuh bersama dan semakin percaya diri dalam mengembangkan usahanya. Ketika mereka semakin berdaya, dampaknya tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga dapat memperkuat ekonomi keluarga dan lingkungan di sekitarnya,” tutup Laily.(*)