KETIK, MALANG – Memasuki satu dekade, Telkomsel kembali melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menghadirkan IndonesiaNEXT bertema "AI Driven Digital Talents: Enhancing Skills for Future Challenges" yang digelar pada Selasa, 12 Mei 2026.
Pada program ini Telkomsel hadir membekali generasi muda dengan keterampilan digital berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri di masa depan.
Pada acara kali ini, Universitas Brawijaya menjadi tempat dilaksanakannya rangkaian Roadshow IndonesiaNEXT Goes to Campus dengan dihadiri oleh lebih dari 269 mahasiswa dari berbagai jurusan serta perguruan tinggi di wilayah Malang dan sekitarnya.
Melalui kegiatan ini, Telkomsel menghadirkan sesi On Site Training & Screening bersama Head Mentor, serta DigiTalk bersama Telkomsel Academia, Tech Expert, dan Alumni IndonesiaNEXT untuk memberikan gambaran nyata terkait perkembangan industri digital dan kebutuhan talenta AI saat ini.
General Manager Mobile Consumer Business Region Jawa Timur Telkomsel, Andri Kurniawan, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai komitmen Telkomsel untuk membekali generasi muda terkait pembelajaran berbasis AI di era kemajuan teknologi ini.
Baca Juga:
Viral Pakai Karcis Fotokopi, Dua Jukir Liar di Jalan Trunojoyo Malang Diciduk Polisi"Telkomsel berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan talenta digital Indonesia melalui IndonesiaNEXT. Program ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan pembelajaran berbasis AI yang aplikatif, eksposur terhadap perspektif industri, serta pendampingan yang konsisten dan terarah, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi terbaik dan memberikan kontribusi nyata bagi ekosistem digital nasional," ujarnya.
Memasuki tahun ke-10, IndonesiaNEXT menggunakan tiga jalur utama pendekatan pembelajaran, Hustler (Project Manager), Hipster (UI/UX Designer), dan Hacker (Programmer). Selain itu, pengembangan kompetensi peserta dilaksanakan secara terstruktur melalui rangkaian Tech Based Certification, Placement Test, Ideation Bootcamp, hingga Digitalent Academy.
Untuk mendukung kesiapan karier peserta, pada acara ini, Telkomsel menggunakan empat various enhancements untuk memperkuat kurikulum IndonesiaNEXT:
Baca Juga:
Kota Malang Siapkan Anggaran Rp200 Miliar untuk Proyek LSDP1. Hackathon: Sebuah tantangan yang menyuruh peserta untuk menyelesaikan masalah digital secara kreatif menggunakan teknologi.
2. Role-Oriented Tutoring: Pada sesi ini, peserta akan merasakan ritme kerja nyata dengan praktik langsung pada peran karier yang mereka pilih.
3. Career Coaching: Bimbingan untuk mempersiapkan karier peserta yang memberikan akses ke jaringan industri serta peluang kerja.
4. 1 on 1 Mentoring: Peserta akan mendapatkan pendampingan intensif bersama pakar industri untuk mempercepat penguasaan keterampilan.
Rangkaian Roadshow IndonesiaNEXT Goes to Campus sebelumnya pernah digelar di Institut Teknologi Bandung pada 14 April 2026, Universitas Gadjah Mada pada 20 April 2026, dan BINUS University Bekasi pada 7 Mei 2026.
Dalam hal ini, Telkomsel berupaya untuk mendekatkan program pengembangan talenta digital secara langsung kepada lingkungan kampus.
Sejak awal diselenggarakan, IndonesiaNEXT telah menjangkau lebih dari 96.000 mahasiswa dari 705 perguruan tinggi di Indonesia dan membekali lebih dari 9.000 peserta dengan sertifikasi berstandar industri. Tentunya, program ini hadir menjadi bagian dari kontribusi Telkomsel dalam memperkuat ekosistem digital nasional sekaligus mendukung visi Indonesia emas 2045.
Program IndonesiaNEXT di tahun ke-10 ini dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif di Indonesia dari jenjang D3 hingga S2. Periode pendaftaran dibuka hingga 31 Mei 2026 yang bisa dilakukan secara daring melalui link tsel.id/10IndonesiaNEXT.
“Memasuki satu dekade perjalanan IndonesiaNEXT, kami ingin memastikan program ini tetap relevan dan berdampak melalui pengalaman pembelajaran yang menyeluruh, mulai dari penguatan kompetensi AI hingga kesiapan karier, agar talenta muda Indonesia mampu menjawab tantangan industri digital yang terus berkembang,” tutur Andri.(*)