KETIK, LEBAK – Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, mengalami kelebihan kapasitas atau overload. Kondisi itu terjadi ketika jumlah pasien yang membutuhkan penanganan di IGD jauh melampaui kapasitas ideal ruangan.

Plt Direktur RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung, dr. Firman, mengatakan kapasitas normal IGD rumah sakit tersebut hanya sekitar 29 pasien. Dalam kondisi tertentu, kapasitas itu masih dapat dimaksimalkan hingga 35-40 pasien.

Namun, jumlah pasien yang berada di IGD sempat mencapai 113 orang.

"Di IGD itu kapasitas normalnya 29, kita bisa maksimalkan itu sampai dengan 35 atau 40. Tapi terakhir kemarin 113," kata Firman saat dihubungi, Selasa (29/9/2026).

Menurut Firman, jumlah pasien yang jauh melampaui kapasitas ideal tersebut membuat kenyamanan pelayanan menjadi terganggu. Kendati demikian, ia menegaskan kondisi IGD yang penuh bukan berarti rumah sakit menolak pasien.

Baca Juga:
Pastikan Proyek Strategis Tepat Sasaran, Kabag Adpem Lebak Tinjau Rehabilitasi UPTD PBATP Cipanas

"Kalau sudah 113 itu, kenyamanannya sudah tidak dapat. Tapi kita selalu berikan surat pernyataan. Kalau misalnya mau dirawat lanjut, ya sudah kita tangani, tapi kalau mau memilih silakan," ujarnya.

Firman menegaskan, setiap pasien yang datang tetap mendapatkan penanganan sesuai kondisi medisnya.

"Bukan kita tolak ya, kita tidak menolak. Tapi kita sampaikan, kita edukasi," kata Firman.

Untuk mengurangi penumpukan pasien di IGD, manajemen RSUD dr. Adjidarmo mendorong adanya penguatan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), termasuk puskesmas dan klinik di sekitar Rangkasbitung.

Baca Juga:
Tol Serang-Panimbang Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles Capai 100 Persen, Masuki Tahap ULFO

Firman mengatakan pihaknya telah meminta dukungan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak agar distribusi pelayanan pasien dapat dilakukan secara lebih merata.

"Kita sampaikan ke Pak Kadis, ke Pak Sekdis, sama Kabid Pelayanan Kesehatan, Ibu Lela, mohon bantuan dan dukungannya untuk mengaktifkan tidak hanya puskesmas, tapi klinik juga yang ada di wilayah sekitar Rangkasbitung untuk menjadi klinik rawat inap juga," kata Firman.

Menurutnya, upaya tersebut diperlukan agar pasien yang kondisinya memungkinkan untuk mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan lain tidak seluruhnya menumpuk di RSUD dr. Adjidarmo.

"Kita dorong lewat BPJS, kita dorong lewat semuanya," ujarnya.

Selain persoalan kapasitas IGD, Firman menjelaskan bahwa kondisi penuh juga berkaitan dengan ketersediaan tempat tidur untuk pasien rawat inap.

"Kalau ruangan itu enggak ngaruh, yang penting tempat tidurnya jumlahnya. Tempat tidur kita 240," kata Firman.

Data profil RSUD dr. Adjidarmo pada Sistem Informasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan juga mencatat rumah sakit tersebut sebagai rumah sakit umum kelas B milik Pemerintah Kabupaten Lebak.

Firman mengatakan ketika tempat tidur rawat inap sudah terisi, pasien yang telah mendapatkan keputusan untuk dirawat dapat tetap ditangani sambil menunggu ketersediaan tempat tidur. Kondisi tersebut pada akhirnya turut membuat pasien yang sebenarnya membutuhkan perawatan lanjutan masih berada di area IGD.

Seiring kondisi IGD yang mengalami overload, RSUD dr. Adjidarmo juga mengeluarkan pemberitahuan kepada masyarakat. Dalam pengumuman yang terpampang, rumah sakit menyatakan kunjungan atau jam besuk ditiadakan untuk seluruh pasien IGD selama kondisi penuh.

Selain itu, penunggu pasien dibatasi satu orang, khusus bagi pasien yang membutuhkan pendampingan. Kebijakan tersebut disebut dilakukan demi kenyamanan, keselamatan pasien, serta kelancaran pelayanan di tengah tingginya jumlah pasien.

Firman mengatakan langkah pembatasan tersebut diperlukan agar ruang pelayanan IGD dapat digunakan semaksimal mungkin untuk penanganan pasien.

"Kita tetap tangani, kita layani, kita berikan layanan. Namun duduk di kursi," ujar Firman.

Ia berharap masyarakat juga dapat memanfaatkan puskesmas maupun klinik sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama sesuai kebutuhan medis, sehingga beban pelayanan di IGD RSUD dr. Adjidarmo dapat berkurang. (*)