KETIK, SLEMAN – Upaya meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah di Indonesia tidak cukup hanya dengan menaikkan volume produksi susu segar. Peternak dinilai perlu diperkuat perannya agar tidak hanya berhenti sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga terlibat langsung dalam pengolahan dan pemasaran produk susu bernilai tambah.
Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Satyaguna Rakhmatulloh, S.Pt., M.Sc., IPP., menilai selama ini peternak masih berada di posisi paling awal dalam rantai nilai industri persusuan. Sementara itu, keuntungan terbesar justru dinikmati pelaku usaha di sektor hilir yang menguasai teknologi pengolahan, merek, kemasan, dan distribusi.
Menurutnya, peningkatan produksi tanpa disertai penguatan posisi peternak dalam rantai nilai hanya akan memperbesar suplai susu segar tanpa berdampak signifikan terhadap pendapatan peternak.
“Karena itu, transformasi peran peternak menjadi pelaku usaha produk olahan susu perlu menjadi agenda utama pembangunan persusuan nasional,” ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi UGM, Selasa, 23 Juni 2026.
Satyaguna menilai salah satu strategi penting dalam hilirisasi adalah diversifikasi produk susu. Susu segar dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi lebih tinggi seperti susu pasteurisasi, yoghurt, es krim, keju, puding susu, hingga produk pangan fungsional.
Baca Juga:
Diversifikasi dan Koperasi Dinilai Jadi Kunci Hilirisasi Susu Peternak Sapi PerahPengembangan produk tersebut dapat dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas kelompok ternak dan kebutuhan pasar, sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperpanjang masa simpan produk.
Namun demikian, hilirisasi tidak dapat hanya mengandalkan ketersediaan alat produksi. Peternak membutuhkan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan agar mampu menjalankan usaha secara profesional.
Pendampingan tersebut mencakup aspek teknis pengolahan susu, manajemen usaha, pemasaran digital, hingga pengurusan legalitas produk.
Selain itu, penguatan kelembagaan seperti kelompok ternak dan koperasi juga menjadi faktor penting agar peternak dapat naik kelas menjadi pelaku usaha yang terorganisasi.
Baca Juga:
HKTI Apresiasi Gerak Cepat Mentan Amran dan Pemprov Jatim Sikapi Protes Peternak Sapi PerahDiversifikasi produk susu juga membuka peluang lahirnya berbagai produk turunan seperti yoghurt, keju, es krim, dan produk pangan fungsional yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding susu segar. "Pengolahan ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga memperpanjang daya tahan produk di pasar," pungkasnya.
Di sisi lain, keberhasilan hilirisasi juga sangat bergantung pada kemampuan peternak dalam menguasai teknik produksi, pengemasan, dan pemasaran yang berkelanjutan.