KETIK, SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Jadi Situbondo (Harjakasi) ke-208 dan Hari Jadi Besuki (Harjabes) ke-162 pada tahun 2026.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini akan dikemas lebih matang dengan mengedepankan pelestarian budaya lokal serta melibatkan masyarakat hingga tingkat desa dan kecamatan.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan Hari Jadi Situbondo yang diperingati pada Sabtu, 15 Agustus 2026 akan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali budaya dan permainan tradisional di tengah masyarakat.
"Peringatan Harjakasi dan Harjabes tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Perayaan kali ini direncanakan lebih matang dengan fokus pada pelestarian budaya lokal dan pelibatan masyarakat secara luas," ujar Bupati yang akrab disapa Mas Rio, Selasa, 30 Juni 2026.
Menurutnya, salah satu agenda utama Harjakasi 2026 adalah menjadikan permainan tradisional sebagai kegiatan wajib tahunan.
Baca Juga:
Lestarikan Tradisi Leluhur saat Muharram, Warga Olean Situbondo Gelar Festival Tajin Sora dan Tosan AjiLangkah tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap penggunaan gawai sekaligus memperkenalkan kembali permainan warisan budaya kepada generasi muda.
"Ini untuk menggantikan atau mereposisi peran gadget pada anak-anak yang sudah terlalu kuat pengaruhnya," tegas Mas Rio.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Situbondo juga akan mendeklarasikan komunitas permainan tradisional Indonesia sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.
Selain itu, berbagai lomba permainan tradisional anak akan digelar di seluruh kecamatan agar kemeriahan Harjakasi tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Situbondo.
Baca Juga:
Ngeri! Ketua HKTI se-Kalbar Dipimpin Bupati dan Wali KotaTak hanya itu, Pemkab Situbondo juga menargetkan penyelenggaraan sebanyak 1.500 Ancak Agung yang akan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Tradisi tersebut diharapkan menjadi simbol kebersamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
"Selain permainan tradisional, pemerintah menargetkan penyelenggaraan 1.500 Ancak Agung yang akan melibatkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, peringatan Hari Jadi Besuki (Harjabes) ke-162 akan digelar secara terpisah dengan puncak acara dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 8 September 2026.
Mas Rio berharap konsep baru penyelenggaraan Harjakasi dan Harjabes mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya Kabupaten Situbondo.
"Pemerintah Kabupaten berharap konsep perayaan Harjakasi dan Harjabes akan lebih merata ke berbagai wilayah desa hingga kecamatan. Ini dilakukan agar dapat meningkatkan antusiasme warga serta memperkuat nilai-nilai budaya daerah di tengah masyarakat," pungkasnya.(*)