KETIK, SURABAYA – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang baru saja diumumkan Pertamina menjadi Rp16.250 dari sebelumnya Rp12.300 memiliki dampak luas bagi masyarakat. Mereka bakal merogoh kocek lebih dalam untuk membeli bahan bakar.
Pengamat Ekonomi Universitas Negeri Surabaya, Dr. Hendry Cahyono, S.E., M.E., mengatakan kelas menengah diprediksi paling merasakan dampak kenaikan harga BBM terhadap kondisi ekonomi di Indonesia.
"Jadi, yang pertama dilakukan adalah amankan dulu konsumsi untuk keluarga. Kelola dengan baik pendapatan dan konsumsi," katanya saat diwawancarai Ketik.com, Rabu, 17 Juni 2026.
Selain mengatur arus keuangan, para pekerja kelas menengah juga sebaiknya mulai memikirkan untuk mencari pekerjaan sampingan. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.
"Mulailah dengan mencari pendapatan sampingan. Entah itu jualan online atau membuka usaha kaki lima," sambungnya.
Baca Juga:
Here We Go! Ramadhan Sananta Diperkenalkan Jadi Striker Baru PersebayaKendati demikian, menurut Hendry, dalam praktiknya hal tersebut tentu bukan perkara mudah. Sebab, tidak banyak orang yang dapat menjalankan dua pekerjaan sekaligus.
Agar kelas menengah mampu bertahan dalam kondisi ekonomi Indonesia saat ini, Hendry juga menyarankan agar masyarakat membatasi konsumsi. Sebaiknya memasak sendiri dan tidak terlalu sering membeli makanan di luar.
"Kalau bisa, memasak di rumah. Batasi membeli makanan jika memang tidak benar-benar ingin. Sesekali tidak apa-apa, tetapi ada baiknya memasak sendiri," jelasnya.
Menurut Hendry, kelas menengah saat ini dihadapkan pada pilihan yang sulit, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan di bawah dua digit.
Baca Juga:
Jatim Terima Penghargaan KPK RI! Gubernur Khofifah: Ini Jadi Bukti Komitmen Wujudkan Implementasi E-Learning ASN Berintegritas"Ibaratnya maju kena, mundur kena. Jadi, posisi yang paling tepat sekarang adalah bertahan. Dan jangan sampai mengambil pinjaman pada saat seperti ini," tegasnya. (*)