KETIK, MALANG – AI kini menjadi salah satu hasil dari perkembangan teknologi yang terus dikaji. Departemen Teknik Elektro dan Informatika Universitas Negeri Malang (DTEI UM) menjadi salah satu instansi pendidikan yang terus mengembangkan Program Studi S2 Sains Data dan Kecerdasan Buatan.
Pengembangan ini bertujuan untuk menyiapkan tenaga ahli yang mampu memanfaatkan data dan teknologi AI dalam menyelesaikan persoalan nyata.
Angkatan pertama pada program ini telah menjalankan perkuliahan yang dirancang untuk memperkuat kompetensi analisis data, kecerdasan buatan, serta kemampuan riset mahasiswa.
Ketua Program Studi S2 Sains Data dan Kecerdasan Buatan UM, Dr. Eng. Ir. Didik Dwi Prasetya, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kehadiran program ini membuka kesempatan bagi lulusan sarjana untuk memperdalam keahlian sekaligus mengembangkan kemampuan riset sebagai bekal berkarier maupun melanjutkan pendidikan doktoral.
“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI, kita membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu mengolah dan menganalisis data, tetapi juga menghasilkan wawasan untuk mendukung pengambilan keputusan,” ujarnya.
Baca Juga:
Profil Dosen FH UB Indah Dwi Qurbani, Sosok yang Jadi Pembicara di Kampus Ternama SkotlandiaProgram S2 Sains Data dan Kecerdasan Buatan UM mengintegrasikan tiga pilar keilmuan, yakni informatika, matematika, dan statistika. Ketiganya akan menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk memahami metode, mengembangkan model, serta menilai hasil analisis secara ilmiah.
“Informatika memberikan fondasi komputasi dan algoritma, matematika mendukung pemodelan dan optimasi, sedangkan statistika membantu menganalisis data, menarik kesimpulan, serta mengukur ketidakpastian. Integrasi ketiganya menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk merumuskan solusi berbasis data atas persoalan nyata,” jelas Didik.
Dalam implementasinya, prodi ini menempatkan pendidikan, kesehatan, dan industri sebagai tiga domain utama. Penekanan tersebut diarahkan untuk menghubungkan penguasaan metode sains data dan kecerdasan buatan dengan pemahaman persoalan pada setiap domain.
Sehingga, mahasiswa diharapkan mampu merumuskan masalah penelitian dan mengembangkan solusi yang mempertimbangkan karakteristik data, kebutuhan, serta konteks penggunaannya.
Baca Juga:
Seminar Nasional Kearsipan, Diantyo Nugroho Tekankan Pentingnya Ilmu Kearsipan bagi Generasi MudaDi bidang pendidikan, analisis data dapat membantu memahami pola belajar dan mengidentifikasi kebutuhan dukungan pembelajaran. Di bidang kesehatan, analisis data biomedis dan data klinis pasien dapat mendukung penelitian serta pengembangan layanan kesehatan.
Sementara itu, penerapan di sektor industri mencakup optimalisasi proses operasional dan rantai pasok. Fokus tersebut menjadi ruang pengembangan riset mahasiswa, dengan publikasi ilmiah sebagai salah satu luarannya.
UM juga memperluas jejaring kolaborasi dengan mitra akademik serta membuka peluang kerja sama dengan dunia industri. Ini menjadi upaya UM untuk memperkuat pembelajaran dan riset.
“Kami ingin membangun ekosistem pembelajaran dan penelitian yang terhubung dengan perguruan tinggi lain serta dunia industri. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman riset yang lebih luas dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkap Didik.
Program studi ini telah menginisiasi kerja sama dengan sejumlah institusi di dalam negeri serta menjajaki penguatan kemitraan internasional dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM), khususnya dalam bidang riset dan pertukaran dosen.
Penjajakan kolaborasi dengan perusahaan teknologi juga menjadi arah pengembangan untuk mendukung pembelajaran dan penerapan kecerdasan buatan.
Dukungan terhadap kegiatan akademik turut diperkuat melalui pengembangan sumber daya komputasi. Saat ini, kegiatan riset memanfaatkan layanan komputasi awan sebagai salah satu sumber daya untuk pengolahan data dan pengembangan model AI.
Pengadaan server komputasi mandiri menjadi salah satu rencana pengembangan untuk melengkapi sumber daya yang tersedia dan menunjang kebutuhan penelitian.
Dengan kompetensi sains data, kecerdasan buatan, dan kemampuan riset, lulusan program studi ini diharapkan dapat mengembangkan karier sebagai akademisi, peneliti, maupun tenaga ahli di sektor industri.
Kompetensi tersebut juga menjadi landasan untuk merancang solusi berbasis data yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Pengembangan program studi ini selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Kontribusi tersebut diupayakan melalui pendidikan pascasarjana yang berorientasi pada riset, penguatan kompetensi digital, serta pengembangan kolaborasi akademik dan industri.
Ke depan, penguatan mutu pembelajaran, pengembangan kurikulum yang responsif terhadap kemajuan AI, dan perluasan jejaring riset menjadi fokus pengembangan program.
Melalui langkah tersebut, UM berupaya menyiapkan talenta yang memiliki fondasi keilmuan kuat serta mampu mengembangkan solusi sains data dan kecerdasan buatan yang relevan bagi pendidikan, kesehatan, dan industri.(*)