KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember berencana memperkuat layanan pendampingan bagi petani dengan menambah jumlah tenaga pendamping di tingkat desa. Langkah tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari program penguatan sumber daya manusia pertanian yang mulai dipersiapkan pada 2027.
Komitmen itu disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait saat menghadiri kegiatan Pro Gus'e Update di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Jember, Sabtu, 6 Juni 2026.
Menurut Gus Fawait, keberadaan tenaga pendamping memiliki peran penting dalam membantu petani menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan. Namun saat ini, jumlah pendamping yang tersedia masih terbatas karena satu orang harus mendampingi lebih dari satu desa.
Kondisi tersebut dinilai membuat proses pembinaan dan pelayanan kepada petani belum berjalan optimal.
“Ke depan harapan saya satu pendamping satu desa. Bahkan kalau memungkinkan, satu desa bisa lebih dari satu pendamping,” tegasnya.
Baca Juga:
Data BPS 2026: Jember Jadi Penghasil Beras Terbesar di Tapal Kuda, Produksi Tembus 446 Ribu TonIa menilai penambahan tenaga pendamping akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pertanian, mulai dari budidaya, akses bantuan pemerintah, hingga pendampingan teknologi pertanian.
Dengan dukungan pendamping yang memadai, pelayanan kepada petani diharapkan menjadi lebih efektif dan produktivitas sektor pertanian dapat terus meningkat.
“Dengan begitu, pelayanan kepada petani bisa lebih optimal dan produktivitas pertanian Jember dapat terus meningkat,” pungkasnya.
Selain memperkuat pendampingan, Pemkab Jember juga tengah menyiapkan program regenerasi petani sebagai strategi jangka panjang menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Pemerintah daerah mendorong keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan kelompok tani dan Gapoktan.
Baca Juga:
Pemkab Jember Serahkan Kendaraan Operasional untuk Perkuat Koperasi Merah Putih di DesaMenurut Gus Fawait, regenerasi menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi pertanian yang semakin cepat. Kehadiran anak-anak muda diharapkan mampu memperkuat pemanfaatan teknologi, memperluas akses informasi, serta mempercepat pelaksanaan berbagai program pertanian di Kabupaten Jember. (*)