KETIK, MALANG – Gunung Kawi belakangan kembali ramai diperbincangkan publik. Destinasi wisata spiritual di Kabupaten Malang ini menarik perhatian banyak orang yang ingin mengetahui lebih jauh sejarah, budaya, hingga tradisi ziarah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Gunung Kawi sendiri terletak di wilayah barat daya Kabupaten Malang. Bagi wisatawan yang berangkat dari Kota Malang, terdapat beberapa jalur yang dapat dipilih untuk menuju kawasan ziarah Gunung Kawi, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Jalur pertama sekaligus yang paling banyak direkomendasikan adalah melalui Kecamatan Ngajum. Dari Kota Malang, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Ngajum, kemudian melewati Desa Kebobang hingga Desa Bumirejo sebelum tiba di kawasan Gunung Kawi. Rute ini memiliki kondisi jalan yang lebih lebar dan relatif nyaman sehingga menjadi pilihan utama bagi sebagian besar wisatawan.
Alternatif lainnya adalah melalui kawasan Wagir. Jalur ini juga menghubungkan Kota Malang dengan Gunung Kawi, namun karakter jalannya lebih menanjak dan memiliki beberapa tikungan. Karena itu, pengendara sepeda motor umumnya lebih disarankan memilih jalur Ngajum yang dinilai lebih nyaman untuk dilalui.
Setibanya di kawasan Gunung Kawi, wisatawan akan menemukan salah satu destinasi utama, yakni Pesarean Gunung Kawi. Kompleks makam Mbah Djugo tersebut hingga kini menjadi tujuan ziarah ribuan orang dari berbagai daerah. Sosok Mbah Djugo dikenal sebagai salah satu tokoh penyebaran agama Islam di kawasan Gunung Kawi sehingga banyak peziarah datang untuk berdoa dan mencari keberkahan.
Baca Juga:
Mengenal Sekar Layon, Bunga Layu Khas Pesarean Gunung Kawi yang Sarat Makna BudayaTidak jauh dari area pesarean, terdapat pula Keraton Gunung Kawi yang menjadi salah satu tujuan wisata spiritual. Di kawasan ini terdapat sejumlah tempat ibadah yang digunakan oleh berbagai pemeluk agama dan kepercayaan, seperti Islam, Kristen, Hindu, Buddha, serta Kejawen, sehingga mencerminkan keberagaman tradisi spiritual yang berkembang di kawasan Gunung Kawi.