KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja bukan untuk mencari dan mengejar penghargaan dalam bentuk apapun.
"Penghargaan yang diterima merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat Jawa Timur," ujarnya di Surabaya pada Kamis, 14 Mei 2026.
Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu menjelaskan bahwa di dalam visi misinya bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak tidak ada target menerima penghargaan sebanyak-banyaknya.
"Tapi kami bekerja keras, melakukan sinergi dan kolaborasi luar biasa, lalu diapresiasi,” kata Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.
Khofifah mencontohkan penganugerahan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI yang diterima karena Jawa Timur konsisten menjadi provinsi dengan produksi padi tertinggi nasional sejak tahun 2020 hingga 2025.
Baca Juga:
LKPJ Gubernur Jatim TA 2025 Diterima Seluruh Fraksi DPRD, Khofifah Tegaskan Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Wujudkan Pembangunan"Kalau kemudian ada yang menerima penghargaan dan yang menerima gubernur, kan harus ada yang mewakili. Sesungguhnya penghargaan itu untuk petani-petani kita yang luar biasa sebagai pahlawan pangan di Jawa Timur," tuturnya.
Pun demikian penghargaan yang diterima dari berbagai sektor. Hal ini, kata dia, karena program dan hasilnya telah terbukti berkualitas dan menjadikan Jatim sebagai yang terbaik.
Contoh lainnya, di sektor pendidikan, Provinsi Jawa Timur sukses mencatatkan dominasi prestasi nasional dengan meraih 45.839 medali sebagaimana terdata dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) per 12 Mei 2026.
Raihan prestasi tersebut berasal dari berbagai ajang kompetisi yang diikuti pelajar dari seluruh jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, SMA, SMK hingga pendidikan khusus (Diksus). Raihan ini berasal dari berbagai bidang keilmuan, mulai seni dan budaya, riset dan inovasi, hingga olahraga.
Baca Juga:
Bareng Wamendagri dan BI, Gubernur Khofifah Luncurkan GPIPS Wilayah Jawa 2026Selain itu, pada tahun 2025 berhasil meraih empat juara umum ajang nasional yang diselenggarakan Puspresnas Kemendikdasmen, yaitu O2SN, FLS3N, OPSI dan LKS Dikmen. Sementara pada ajang OSN dan FIKSI, Jatim menempati posisi kedua nasional.
Tentu saja berderet capaian prestasi tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah, orang tua, guru, murid dan tenaga kependidikan lainnya. (*)