KETIK, SURABAYA – Di tahun 2026, fun makeup kembali menjadi salah satu hal yang paling diminati perempuan, berdasarkan video-video yang beredar di sosial media, banyak yang tidak takut lagi mengekspresikan dirinya lewat riasan warna-warni.
Tak hanya riasan, aksesoris stiker pun tak segan mereka pakai di wajah.
Uniknya, di tahun sebelumnya, perempuan lebih menyukai riasan yang natural. Dikutip dari salah satu postingan selebritas Naura Ayu di tahun 2022, nampak tak banyak warna yang disajikan dalam riasan wajahnya. Meskipun fun makeup sedang marak di tahun ini, tidak menutup kemungkinan banyak perempuan yang masih menikmati era clean makeup.
Melihat perkembangan zaman, fun makeup pernah hadir di era tahun 1980-an. Dikutip dari website female.daily, di tahun 1980-an, perempuan sudah pernah menggunakan warna-warna mencolok untuk riasan wajah.
Namun, tahun tersebut dinamai dengan disko era karena mereka juga menyajikan tren pakaian yang menunjukkan permainan warna yang mencolok.
Baca Juga:
Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau, 11 Kapal DikerahkanTren fun makeup kembali karena salah satu musisi, Naykilla menggunakan konsep tersebut dalam penampilan panggungnya.
Dirinya menggunakan warna-warna riasan yang berani, hijau, kuning, merah bercampur dalam wajahnya, stiker-stiker juga meramaikan riasannya.
Tak hanya wajah yang penuh, gaya rambutnya juga menjadi sorotan karena banyak menggunakan jepit berwarna-warni.
Baca Juga:
Tak Kooperatif soal Kasus CSR BI, MAKI: KPK Bisa Jemput Paksa Dua Tersangka AnggotaGenerasi sekarang memang tak pernah habis menciptakan ide untuk mendaur-ulang tren lama. Elemen-elemen lama yang sempat menghilang bisa hadir lagi dengan modifikasi baru mengikuti perkembangan zaman, tak hanya segi kecantikan riasan, tetapi gaya berpakaian juga.
Makeup akhirnya bergeser lagi dari sekadar mempercantik diri, namun bisa menjadi salah satu bentuk kreativitas setiap individu untuk mencoba gaya-gaya eksperimental.
Tren makeup tidak selalu tercipta dari sesuatu yang benar-benar baru, generasi muda justru memanfaatkan gaya dari masa lalu untuk dimodifikasi menjadi sentuhan yang lebih modern. Maka dari itu, lahirlah tren-tren yang dianggap baru yang ternyata wajah baru dari gaya yang pernah popular sebelumnya. (*)