KETIK, MALANG – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menggelar ekspos dan evaluasi hasil Tracer Study pada Senin, 28 September 2026. Kegiatan yang diinisiasi Career Development Center (CDC) UIN Maliki Malang tersebut berlangsung di ruang meeting lantai 1 Fakultas Syariah.
Kegiatan dihadiri jajaran pimpinan Fakultas Syariah, antara lain Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., Wakil Dekan I Prof. Sudirman, M.A., Wakil Dekan III Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., para ketua dan sekretaris program studi (Kaprodi dan Sekprodi) Hukum Tata Negara (HTN), Hukum Ekonomi Syariah (HES), dan Hukum Keluarga Islam (HKI), Kepala Bagian Tata Usaha, serta tenaga kependidikan Fakultas Syariah.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah menekankan pentingnya keterlibatan aktif program studi dalam meningkatkan partisipasi alumni dalam pengisian Tracer Study. Menurutnya, data alumni menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran mengenai kondisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kepada para Kaprodi dan Sekprodi, saya berharap agar secara aktif menginformasikan dan mendorong para alumni untuk mengisi Tracer Study. Selanjutnya, Wakil Dekan III akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaannya,” ujar Umi.
Ia menegaskan, hasil Tracer Study tidak hanya berfungsi sebagai data mengenai keberadaan dan kondisi alumni, tetapi juga menjadi salah satu bahan evaluasi fakultas dalam melakukan penyesuaian kurikulum.
Baca Juga:
Dinsos Mulai Data Siswa Korban Kekerasan SMPN 18 Malang, Tim Psikolog Siap DiterjunkanMenurut Umi, kurikulum perlu terus dikembangkan agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan kompetensi yang dibutuhkan lulusan.
“Penyesuaian kurikulum tentu perlu melihat kebutuhan dunia kerja. Karena itu, hasil Tracer Study menjadi salah satu bahan evaluasi untuk mengetahui apa saja yang perlu disesuaikan dalam kurikulum,” jelasnya.
Umi juga menyoroti masih adanya alumni yang belum berpartisipasi dalam pengisian Tracer Study. Salah satu kemungkinan penyebabnya, kata dia, adalah kondisi pekerjaan alumni yang tidak selalu sepenuhnya sesuai dengan bidang keilmuan yang ditempuh selama kuliah.
“Para alumni mungkin tidak mengisi Tracer Study karena mereka sudah mendapatkan pekerjaan, tetapi pekerjaannya tidak sesuai dengan bidang lulusan. Misalnya, ada yang menjadi guru agama di madrasah atau pesantren,” ujarnya.
Baca Juga:
Sambangi SMPN 18 Kota Malang, Dewan Pendidikan Ungkap Hubungan Kurang Harmonis Komite dan Eks KepsekSementara itu, Kepala Career Development Centre (CDC) UIN Maliki Malang, Dr. Ahmad Ghozi, M.A., dalam paparannya menyampaikan bahwa kegiatan ekspos dan evaluasi Tracer Study bertujuan untuk melihat ketercapaian proses pembelajaran yang telah diselenggarakan sekaligus mengetahui dampaknya terhadap lulusan, khususnya terkait keterserapan alumni di dunia kerja.
Menurut Ahmad Ghozi, Tracer Study merupakan salah satu instrumen penting bagi perguruan tinggi untuk memetakan relevansi kurikulum dan proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja.
“Tracer Study menjadi salah satu instrumen penting untuk melihat sejauh mana kurikulum dan proses pembelajaran yang diterapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.
Ia menambahkan, masukan dari alumni dapat menjadi bahan evaluasi bagi fakultas untuk mengidentifikasi aspek pembelajaran yang perlu dipertahankan maupun yang membutuhkan penyesuaian. Evaluasi tersebut mencakup kurikulum, metode pembelajaran, hingga pengembangan soft skill mahasiswa.
“Data dari alumni perlu dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut agar pengembangan pendidikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lulusan dan dunia kerja,” tambahnya.
Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., yang memimpin pertemuan antara Ketua CDC UIN Maliki Malang dengan jajaran pimpinan Fakultas Syariah, menekankan pentingnya koordinasi dalam meningkatkan partisipasi alumni pada Tracer Study.
Menurutnya, sinergi antara fakultas, program studi, CDC, dan alumni diperlukan agar data yang diperoleh semakin akurat serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kebijakan akademik.
Sementara itu, Wakil Dekan I Fakultas Syariah, Prof. Dr. Sudirman, M.A., mengatakan koordinasi antara fakultas, program studi, dan tim CDC penting dilakukan untuk meningkatkan partisipasi alumni dalam kegiatan Tracer Study.
Menurutnya, Tracer Study merupakan salah satu indikator kinerja utama universitas yang dapat memberikan gambaran mengenai sebaran alumni serta keterserapan mereka di dunia kerja dan industri.
“Relasi kekeluargaan antara kampus dan alumni dapat meningkatkan kualitas Tracer Study sehingga menghasilkan data yang terpercaya dan berdampak bagi kemajuan universitas serta seluruh civitas akademika,” kata Sudirman.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran pimpinan Fakultas Syariah menyampaikan apresiasi atas hasil Tracer Study yang telah dipaparkan. Data tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu acuan dalam merumuskan kebijakan akademik, khususnya untuk meningkatkan kualitas lulusan agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Evaluasi Tracer Study ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Fakultas Syariah UIN Maliki Malang dalam memperkuat keterkaitan antara proses pendidikan, kebutuhan dunia kerja, dan pengembangan kompetensi lulusan secara berkelanjutan.(*)