KETIK, MALANG – Fakultas Kedokteran (FK) Unisma terus memperkuat komitmen dalam pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya melalui edukasi pencegahan penyakit menular yakni Tuberculosis (TBC).

Dosen FK Unisma, Silvy Amalia Falyani menjelaskan penyuluhan salah satunya dilakukan di Pondok Pesantren Al-Hidayah, Karangploso pada pertengahan bulan Januari 2025 lalu.

"Tujuannya memang mengedukasi santri mengenai penyebab, gejala, hingga pengobatan TBC. Apalagi TBC adalah penyakit menular dan di Indonesia kasusnya banyak," ujarnya.

Tak hanya melakukan sosialisasi dan penyuluhan, FK Unisma juga melakukan post test dan pre test kepada para santri. Hal tersebut untuk memastikan bahwa santri memahami risiko dan pencegahan TBC.

"Para santri dapat lebih memahami mengenai TBC ditinjau dari nilai-nilai post test yang lebih baik dibandingkan dengan pretest. Harapannya para santri bisa jadi agen perubahan dalam mencegah dan mengatasi TBC," lanjutnya.

Sementara itu, mahasiswa FK Unisma, Aswadananta menjelaskan bahwa penyuluhan yang digagas oleh Kelompok Studi Mahasiswa Ekstra (KSM-E) itu sebagai langkah awal menciptakan lingkungan pesantren yang sehat.

“Kami ingin santri tidak hanya memahami pentingnya sanitasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.(*)

Baca Juga:
Keren! Unisma Sabet Dana Riset Internasional untuk Kembangkan Pembelajaran Inklusif di Lombok Utara
Baca Juga:
Serukan Perdamaian Dunia, Direktur Pascasarjana Unisma: Perang Global Hantam Pangan hingga Ekonomi