KETIK, GRESIK – Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur terus melakukan upaya penguatan kapasitas kebencanaan, salah satunya menyasar seluruh Sekolah Rakyat (SR) di wilayah setempat.

Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Dinas Sosial dan Badan Perpustakaan dan Kearsipan Jatim. Sebanyak 18 SR yang tersebar di berbagai kabupaten/kota akan mendapat pembelajaran kebencanaan dalam beberapa waktu ke depan.

Khusus pada Senin, 10 Agustus 2026, kegiatan edukasi kebencanaan berfokus di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Gresik yang berlokasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu.

Sebanyak 405 siswa yang terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 225 siswa SMA mengikuti kegiatan yang disemarakkan dengan kehadiran Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) dan diawali dengan pengenalan potensi bencana dan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD).

Selanjutnya, para siswa dan guru SRT 1 Gresik diajak melakukan simulasi evakuasi gempa bumi dan pemadaman api. Selain berbagai materi dari Tim BPBD, para peserta juga mendapat materi  story telling dari Baperpusip Jatim dan dukungan psikososial dari Tim Dinsos Jatim.

Baca Juga:
Libas PKDI Sidoarjo 6-1, PKDI Gresik Tembus 12 Besar PKDI Cup II

Wakil Kepala Sekolah SRT 1 Gresik Lily Sajidah Bestari berterima kasih dan menurutnya sangat penting karena keberadaan sekolah ini berada di wilayah yang memiliki potensi gempa dan kebakaran.

"Dengan simulasi yang diajarkan kepada siswa dan para guru tadi, insya Allah akan menjadi pembelajaran yang baik bagi kesiapsiagaan bencana di sekolah ini," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara menegaskan kegiatan edukasi bencana di SRT 1 Gresik ini merupakan kali kedua, setelah edukasi serupa di SRT Kota Pasuruan awal Agustus lalu.

Dikatakan, apa yang dilakukan kolaborasi Tim BPBD Jatim saat ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melalui Kalaksa BPBD Jatim terhadap perlunya edukasi kebencanaan bagi semua lapisan masyarakat.

Baca Juga:
Proyek Sekolah Rakyat Pacitan Terancam Penalti Jika Molor, Pemindahan 408 Siswa Tertunda

"Dengan berbagai materi yang telah diberikan, kami berharap siswa maupun guru di sekolah rakyat bisa semakin paham potensi bencana sehingga mampu mengurangi risiko bencana yang ada," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut juga hadir Kabid Rehabilitasi Sosial sekaligus Plt. Kabid Penanganan Bencana Dinsos Jatim Arif Ardiansyah dan Kabid Pelayanan Perpustakaan dan Informasi (PPI) Baperpusip Jatim Ida Tri Wulandari. (*)