KETIK, MALANG – Peran jasa pengiriman dan logistik menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar mampu bersaing hingga kancah global. Kisah ini dibagikan oleh Srie Dewi Wirautami, desainer sekaligus pemilik brand Zama Homewear asal Malang, saat menjadi narasumber dalam podcast Cerita Bareng Brand Lokal yang tayang di kanal YouTube JNE.

Dewi menceritakan, perjalanan usahanya dirintis sejak Desember 2017. Berawal dari keinginan menghadirkan oleh-oleh non-food khas Malang yang berkualitas dan tahan lama, ia memanfaatkan keahlian dasarnya di bidang desain produk, pembuatan pola, hingga desain bordir.

Pada awal berdiri, pengiriman produk Zama Homewear sepenuhnya mengandalkan layanan logistik JNE melalui Kantor Cabang Soekarno-Hatta, Kota Malang. Seiring meningkatnya volume pemesanan dan pesatnya pertumbuhan bisnis secara daring (online), Zama Homewear kini telah resmi menjadi customer corporate JNE. Kesamaan visi dan komitmen menjadi alasan utama Zama setia menggunakan layanan tersebut.

"JNE ini 100 persen milik merah putih. Ini sejalan dengan visi Zama yang mengusung kearifan lokal serta memberdayakan SDM dari masyarakat kita sendiri," ujar Dewi.

Ia menegaskan, dukungan logistik dari JNE sangat membantu Zama Homewear dalam menjaga kepuasan pelanggan di berbagai daerah di Indonesia, terutama saat terjadi lonjakan transaksi online.

Baca Juga:
Kasus Ibu dan Pacar Siksa Balita 3 Tahun di Malang Segera Disidangkan

Mobil pengiriman JNE di depan store Zama Homewear. (Foto: JNE Malang)

Sementara itu, Malang Main Branch Head JNE, Andre Nurdjianto, mengungkapkan bahwa Zama Homewear merupakan salah satu loyal customer JNE.

“Dengan bergabung sebagai customer corporate Zama mendapatkan beberapa fasilitas seperti penjadwalan penjemputan paket dan pembayaran tagihan bulanan,” tutur Andre.  

Zama Homewear tidak hanya menawarkan produk busana rumah berdetail bordir khas yang unik, tetapi juga mengusung misi sosial dan keberlanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs). Seluruh pengerjaan produk dilakukan oleh perajin lokal Malang tanpa mesin-mesin industri besar.  

Baca Juga:
Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan, Kolaborasi Polisi dan Petani di Malang Hasilkan Panen Jagung 1 Ton

Adapun kontribusi nyata Zama terhadap poin-poin SDGs meliputi:

  • Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Perempuan (SDGs 1 dan 5): Sebanyak 97 persen dari total tim dan perajin Zama adalah perempuan. 
  • Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDGs 12): Mendaur ulang (recycle/upcycle) sisa kain limbah produksi menjadi produk sampingan bernilai ekonomis.
  • Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDGs 17): Mengusung konsep padat karya untuk merangkul dan memberdayakan masyarakat sekitar.

Berkat komitmen tersebut, Zama Homewear berhasil meraih Juara 1 UMKM Berprestasi 2026 Jawa Timur dan terpilih mewakili Indonesia pada ajang internasional World Expo 2025 di Osaka, Jepang.

Pencapaian ini membuktikan bahwa meski berawal dari produk daster rumahan, inovasi desain Zama kini terus berkembang menjadi outfit fashion harian hingga busana anak melalui lini Little Zama. Produk-produknya pun telah banyak dibeli oleh wisatawan asing serta diaspora Indonesia ke berbagai negara seperti Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Swiss, hingga Eropa.

Saat ini, Zama Homewear tengah melakukan penetrasi pasar luar negeri secara lebih agresif. Salah satunya melalui kurasi produk bersama Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) untuk ajang Year-End Exhibition di Kobe Hankyu, Jepang.

"Target kami hingga tahun 2030 adalah dapat memberdayakan hingga 500 pekerja kreatif. Dari angka 120 tim saat ini, kami optimistis dengan ekspansi pasar yang agresif dan dukungan ekosistem yang kuat, mimpi ini bisa terwujud," jelas Dewi.  

Dukungan infrastruktur pengiriman yang kuat seperti JNE terbukti menjadi jembatan penting bagi karya anak bangsa untuk menjangkau pasar yang lebih jauh, membawa produk lokal Malang bersaing di panggung dunia.(*)