KETIK, MALANG – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani mendorong adanya matchmaking antara pencari kerja dengan kebutuhan industri. Pemkot Malang dinilai harus memperkuat database kebutuhan tenaga kerja yang lebih komprehensif. 

Hal tersebut disampaikan Amithya usai meninjau Job Fair yang digelar Pemerintah Kota Malang pada 16-17 September 2026 di GOR Ken Arok. 

Menurut perempuan yang akrab disapa Mia itu, pemetaan dapat menjadi basis untuk menyiapkan tenaga kerja sejak masyarakat masih menjalani masa studi. Khususnya SMK dan pendidikan Vokasi yang dinilai dapat dilibatkan agar kompetensi lulusan lebih sesuai dengan kebutuhan industri. 

"Untuk menjawab tantangan pengangguran juga perlu kita lakukan pemerintah untuk selanjutnya. Jadi saya kira Disnaker PMPTSP sudah punya pemetaan perusahaan-perusahaan yang ada di sekeliling Kota Malang," ujar Mia, Rabu, 16 September 2026.

Melalui pemetaan yang ada, nantinya dapat diketahui jenis industri ataupun pekerjaan apa saja yang cocok dan dibutuhkan di Kota Malang. Termasuk untuk mengetahui jenis pekerjaan dan kompetensi yang banyak dibutuhkan oleh perusahaan. Dengan demikian lembaga pendidikan pun dapat turut serta menjadi bagian dari ekosistem penyiapan tenaga kerja. 

Baca Juga:
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Tak Lagi Toleransi Parkir Semrawut, Perda Baru Siapkan Sanksi!

"Nah, itu mungkin bisa diterapkan, dikaitkan dengan sekolah-sekolah yang menjadi produsen tenaga kerja, misalkan SMK atau kampus-kampus vokasi. Nanti kan bisa kita sesuaikan, kira-kira di Kota Malang itu opportunity pekerjaan yang banyak itu apa. Disnaker PMPTSP kan ada matchmaking, mungkin lebih digalakkan, sehingga pemetaan itu sebagai database kita untuk melangkah," tutur Mia. 

Amithya menyoroti pentingnya matchmaking yang dilakukan oleh Pemkot Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

Tak hanya itu, Politisi PDI Perjuangan Kota Malang itu juga melihat peluang penyaluran tenaga kerja yang tak terbatas pada perusahaan di dalam kota saja. Kerja sama antar daerah dapat dilakukan oleh Pemkot Malang untuk memperluas jaringan lapangan kerja khususnya pada daerah yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar, seperti di kawasan industri. 

"Lebih lanjut Disnaker PMPTSP bisa bekerja sama dengan daerah lain yang banyak menyerap tenaga kerja. Kota Malang sendiri berbeda dengan beberapa kota yang spesifik di industri. Kalau kita kan produsen orangnya, karena kan kita kota pendidikan. Kita mencari kota-kota dengan industri yang besar," ujarnya. 

Baca Juga:
Tekan Angka Pengangguran, Penyerapan Tenaga Kerja dari Job Fair Kota Malang Bisa Capai 90 Persen

Mia menyebut Pemkot Malang dapat mengidentifikasi daerah-daerah yang memiliki kebutuhan tenaga kerja besar. Setelah itu lulusan dapat disiapkan agar memiliki kompetensi yang sesuai. 

"Pastinya juga mereka akan membutuhkan banyak tenaga kerja dan di situ kita menyiapkan tenaga kerja yang berasal dari Kota Malang ini untuk kompeten bersaing dengan daerah itu gitu," ungkapnya. 

Melalui skema tersebut, kanal penyaluran tenaga kerja Kota Malang tidak terbatas hanya mengandalkan pasar kerja lokal. Pemkot Malang juga dapat membuka akses ke pasar kerja regional maupun daerah lain yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi tertentu.

"Bisa dilakukan MoU atau apa dengan daerah lain sehingga kita bisa menyalurkan. Kanalnya tidak hanya internal lokal di dalam Kota Malang, tetapi kita bisa sampai ke yang lain-lain," jelas Mia.(*)