KETIK, SITUBONDO – Aris Budiman Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember memaparkan tiga gagasan strategis untuk menggerakkan potensi ekonomi di Kabupaten Situbondo, Selasa 1 September 2026.
Langkah ini diambil guna memperkuat perekonomian daerah sekaligus menyambut momentum beroperasinya jalan tol di wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
“Gagasan pertama berfokus pada pembangunan ekosistem keuangan inklusif di kawasan wisata Bahari Pasir Putih. Pengembangan ini tidak hanya menyasar sektor pariwisata, melainkan mengintegrasikan seluruh lini usaha pendukung, seperti kuliner, kerajinan (craft), perdagangan, hingga sektor perikanan dan budidaya setempat,” kata Aris Budiman usai melakukan pemaparan di Pendopo Rakyat Situbondo.
Gagasan kedua, lanjut Aris, yakni penerapan pembiayaan sektor kelautan berkelanjutan atau Blue Sea Financing (Sustainability, Ecosystem, Access). “Konsep ini bertujuan menjaga keberlanjutan ekosistem kelautan serta membuka akses pembiayaan yang luas bagi sektor perikanan dan kelautan, baik melalui lembaga perbankan maupun asuransi,” jelas Aris.
Sedangkan, gagasan ketiga, sambung Haris, berfokus pada penguatan rantai pasok (supply chain) dan rantai nilai (value chain) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Seperti, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan saat ini menjadi tulang punggung perekonomian Situbondo dengan kontribusi lebih dari 25 persen. “Namun, penyaluran kredit perbankan ke sektor-sektor tersebut dinilai belum sejalan karena baru mencapai sekitar 16 persen,” jelas Aris.
Baca Juga:
Bupati Situbondo Minta Distribusi Air Bersih Ditambah dan Pemkab Siapkan Sumur BorTerkait rendahnya penetrasi pembiayaan tersebut, tambah Aris, OJK meluruskan kekhawatiran pelaku usaha dan investor mengenai tingginya angka Non-Performing Loan (NPL) atau pinjaman bermasalah di Situbondo yang mencatatkan angka 29,8 persen.
“Tinggi angka NPL tersebut tidak serta-merta mencerminkan kondisi riil perekonomian maupun pelaku usaha mikro di Situbondo. Tingginya angka tersebut mayoritas dipengaruhi oleh kredit korporasi dari beberapa debitur besar yang penarikannya dilakukan dari kantor pusat di Jakarta,” tutur Aris.
“Para calon investor saya imbau untuk melihat data NPL secara lebih detail dan holistik. Melalui ketiga langkah strategis ini, kawasan Wisata Bahari Pasir Putih Situbondo ini, diharapkan dapat menjadi penopang utama perekonomian daerah,” terang Aris.
Ketika jalan tol resmi beroperasi, kata Aris, maka wisatawan diharapkan dapat menghabiskan waktu dan bertransaksi di Kabupaten Situbondo, sehingga perputaran uang tetap berada di daerah dan menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi masa depan. (*)