KETIK, SURABAYA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika berikan peringatan bahwa Kawasan Jawa Timur termasuk dalam peringatan dini angin kencang pada 24 September 2026. Sehingga, Surabaya diprediksi akan mengalami peningkatan curah hujan secara bertahan pada Oktober sampai Desember 2026.
Dikutip dari BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, perkiraan iklim dimulai pada Oktober sebagai masa peralihan, hujan ringan dengan curah hujan 0-55mm hanya terjadi di Surabaya Utara dan wilayah lain diperkirakan cerah berawan. Berlanjut di bulan November, curah hujan beranjak dari 101-150mm sebagai awal dari musim hujan di Surabaya. Hujan sedang-lebat terjadi merata dan Surabaya Utara menjadi yang paling basah.
Hingga akhir tahun pada Desember 2026, curah hujan semakin tinggi mencapai 151-300mm, sehingga hujan lebat terjadi di seluruh area Surabaya. Volume air sangat tinggi dan potensi genangan cukup besar. Akhir tahun ini menjadi puncak musim hujan yang perlu diwaspadai warga Surabaya. BPBD Surabay peringatkan untuk siap siaga menghadapi curah hujan tinggi.
Kesadaran terhadap bencana juga termasuk kesadaran individu, utamakan keselamatan saat hujan dan jadikan waspada kebiasaan. Selalu pantau informasi BMKG dan menjaga kesehatan karena rawannya flu di saat curah hujan tinggi. Tak hanya keselamatan individu, mulai dari sekarang perhatikan rumah untuk mencegah hal-hal seperti atap bocor, saluran tersumbat sampah dan barang luar yang bisa menyebabkan konsleting.
Selain itu, siap siaga membawa payung atau jas hujan sejak November, hindari berteduh di bawah pohon atau baliho dan jauhi jalan tergenang untuk menghindari risiko yang membuat celaka. Persiapan kecil ini akan mencegah kerugian diri maupun orang lain. Jadi, musim hujan bukan cuma soal terbebas dari panasnya Surabaya di musim kemarau ini, tetapi juga siapnya menghadapi risiko.
Baca Juga:
Kenalkan Mitigasi Sejak Dini, BPBD Surabaya Genjot Program Sina-Sini ke Sekolah-SekolahGimana ketikers, siapa yang lagi nunggu hujan turun? (*)