KETIK, SURABAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) mendukung pengabdian untuk bangsa melalui penyerahan bantuan sarana belajar bagi Satgas Penebalan Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan Kodam V Brawijaya.

Dukungan tersebut diserahkan dalam audiensi bersama jajaran Yonif 500/Sikatan di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Surabaya pada Rabu, 30 September 2026.

Bantuan sarana belajar diperuntukkan untuk mendukung kegiatan pendidikan masyarakat, khususnya anak-anak di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah. Bantuan yang diberikan berupa 25 pasang sepatu, 30 lusin buku tulis, 300 batang bolpoin, 500 batang pensil, dan 100 pack pensil warna (krayon) yang nantinya dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran di wilayah penugasan.

Audiensi dihadiri Komandan Yonif 500/Sikatan Letkol Inf. Imam Adiyanto, S.S.T.Han., S.I.P., bersama Pasipers Perwira Seksi Personel Yonif 500/Sikatan Kapten Inf. Nanang dan Pasiter Perwira Seksi Teritorial Satgas Yonif 500/Sikatan Lettu Inf. Eka Suyanto.

Sementara dari Dindik Jatim hadir Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, Kepala Bidang PPSMA Mustakim, S.S., M.Si., serta Kepala Sub Bagian TU Dindik Jatim Farida Yuni Rahmawati, S.STP., M.M.

Baca Juga:
Hore! Jawa Timur Kembali Ukir Prestasi Membanggakan di OPSI 2026, Raih Juara Umum dengan 9 Medali

Dalam audiensi tersebut, Komandan Yonif 500/Sikatan menyampaikan bahwa penugasan di wilayah Papua tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memiliki misi teritorial untuk membangun hubungan dengan masyarakat setelah wilayah dinyatakan aman.

Salah satu perhatian yang diberikan adalah pendidikan bagi anak-anak yang belum mendapatkan akses pembelajaran secara optimal.

“Di situ selain kita melaksanakan operasi tempur, setelah itu kita ada teritorial terbatas. Jadi wilayah yang sudah kita duduki, sudah kita amankan, kemudian kita rangkul masyarakat di situ, termasuk masyarakat yang anak-anak dan belum sekolah. Salah satunya kami mengajukan surat ke Dinas Pendidikan,” ujar Letkol Inf. Imam.

Menurutnya, keterbatasan akses menuju sejumlah wilayah penugasan membuat prajurit turut berperan dalam membuka kegiatan belajar bagi anak-anak. Para prajurit mengajarkan kemampuan dasar seperti membaca dan menulis sekaligus menjadi perintis dalam membuka akses pendidikan di tengah masyarakat.

Baca Juga:
SIER Respons Cepat Dugaan Luberan Air Limbah, Langsung Lakukan Pengecekan dan Pembersihan Saluran

“Kami ajari membaca, menulis. Biasanya anggota kami juga yang menjadi guru di sana. Kalau hanya berharap atau menunggu dari instansi pendidikan di sana, daerahnya masih belum aman. Makanya kami yang di sana membuka dulu jalannya, menjadi perintis,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari kepedulian bersama terhadap pemenuhan hak pendidikan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses.

Dindik Jatim juga menyampaikan apresiasi terhadap tugas para prajurit yang tetap memberikan perhatian terhadap pendidikan masyarakat di wilayah penugasan.

“Alhamdulillah, karena apa yang menjadi yang diajukan Yonif 500 tentu menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawab kita bersama, karena untuk anak-anak Indonesia,” kata Aries.

Menurut dia, pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun dampak positif setelah wilayah penugasan berada dalam kondisi aman. Menurutnya, keberhasilan pengamanan wilayah juga perlu diikuti dengan kontribusi yang memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.

“Selain tugas untuk mengamankan negara, tentu ada tugas misi yang lain, terutama misi pendidikan. Ini tidak kalah penting, karena setelah daerah itu aman, tentu harus ada yang memberikan dampak terhadap penugasan Komandan dan seluruh jajaran di sana,” ujarnya.

Dukungan Dindik Jatim tersebut merupakan bentuk kontribusi Jawa Timur dalam memperkuat pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah pelosok Indonesia. Bantuan sederhana berupa perlengkapan belajar diharapkan dapat menunjang kegiatan pembelajaran sekaligus menumbuhkan semangat belajar anak-anak di Kabupaten Intan Jaya.

Aries juga menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki komitmen untuk turut memberikan ruang pendidikan bagi anak-anak Papua. Jawa Timur selama ini menjadi salah satu provinsi yang mendapat amanah untuk mendukung pendidikan anak-anak Papua yang membutuhkan akses pembelajaran secara lebih intensif.

“Kalaupun nanti di sana ternyata banyak anak-anak Papua yang ingin bersekolah di Jawa, kami siap membangun anak negeri bersama-sama di Jawa Timur untuk anak-anak Papua. Itu arahan dari Ibu Gubernur yang disampaikan,” tutur Aries.

Melalui dukungan tersebut, Dindik Jatim berharap sarana belajar yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Satgas Penebalan Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan dalam mendampingi anak-anak dan masyarakat di wilayah penugasan.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kegiatan belajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kehadiran negara melalui pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

Menutup audiensi, Aries turut menyampaikan doa bagi seluruh personel Yonif 500/Sikatan yang akan menjalankan tugas di Papua.

“Mudah-mudahan penugasan nanti sukses semua, selamat sampai dengan tujuannya. Doa yang terbaik buat negara dan bangsa ini,” pungkasnya. (*)