KETIK, SIDOARJO – Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Sidoarjo membuka data persebaran kasus ODHIV (HIV/AIDS). Data-data akumulasi sejak 2001 hingga 2026 mencapai 7.230 orang. Angka itu merupakan salah satu bentuk keberhasilan gencarnya upaya skrining Dinas Kesehatan Sidoarjo dengan berbagai pihak. Temukan, Obati, Pertahankan (TOP)!

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina MKes menyebutkan, data yang beredar menyebutkan angka ODHIV di Kabupaten Sidoarjo saat ini adalah 7.230 orang. Angka tersebut sebenarnya bukan angka terakhir yang sekarang terdata. Itu merupakan akumulasi jumlah ODHIV sejak 2001 sampai 2026.

Dari jumlah kumulatif tahun 2001 sampai dengan Juni 2026 yang mencapai 7.230 itu, ODHIV yang meninggal tercatat 1.708 orang. Yang loss to follow up (LTFU) mencapai 810 orang. Dari jumlah tersebut, 565 di antaranya adalah orang luar Sidoarjo. Tercatat pula di antara mereka, 52 orang menolak pengobatan. Dan, 193 orang lainnya  sudah ditelusuri, tapi tidak ditemukan.

Jika dikelompokkan berdasar usia, jumlah ODHIV usia 0 sampai 10 tahun tercatat 117 anak dengan 35 sudah meninggal. Ada 50 anak yang termasuk LTFU.

Usia 11 sampai 17 tahun mencapai 60 remaja dengan 7 remaja meninggal dunia. Adapun usia 18 sampai 24 tahun mencapai 1.006 orang dengan 123 orang sudah meninggal.

Baca Juga:
Tak Hanya Ganggu Telinga, Penggunaan Earphone Berlebihan Bisa Pengaruhi Fungsi Otak

”Yang usia di atas 25 tahun tercatat 6.047 orang, yang meninggal 1.543 orang,” sebut Kepala Dinkes Sidoarjo dr Lhaksmie bersama Tim Delta Crisis Center kepada wartawan pada Rabu (22 Juli 2026).

Dokter Lakhsmie menjelaskan,  untuk ODHIV yang berusia remaja, mereka mendapatkan pendampingan berkelanjutan dari Dinas Kesehatan Sidoarjo maupun tenaga medis. Pendampingan itu, antara lain, dukungan moral, motivasi untuk disiplin minum obat ARV (antiretroviral), serta edukasi kepada masyarakat agar tidak menjatuhkan stigma negatif terhadap ODHIV. 

”Agar kualitas hidup mereka tetap terjaga,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr Lhakmie Herawati Yuantina saat menjelaskan persebaran HIV/AIDS di Sidoarjo kepada para mahasiswa pada Mei 2026 lalu di sebuah kafe kawasan Sidoarjo. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Baca Juga:
Slow Jogging Jadi Tren Olahraga, Ini Alasan Ilmiahnya Baik untuk Jantung dan Membakar Lemak

Selain itu, jika ODHIV berdisiplin untuk rutin meminum obat ARV, virus di dalam butuh semakin tidak terdeteksi. Risiko menularkan virus kepada orang lain pun kian kecil. Namun, meski sudah seperti itu, pengidap HIV/AIDS harus terus melanjutkan minum obat ARV.

”Jadi, jangan sampai kondisi sudah merasa enak lalu tidak melanjutkan (minum obat). Saran kami adalah tetap berobat rutin sesuai dengan yang ditentukan, baik dosis maupun waktunya,” tegas dr Lakhsmie.

Bagaimana menghindarkan diri agar tidak tertular virus HIV/AIDS? Dokter Lhaksmie menyebutkan setidaknya tiga hal. Pertama, menghindari perilaku hubungan seksual bebas dan berisiko. Kedua, mewaspadai penularan melalui cairan tubuh yang terinfeksi. Ketiga, tidak penggunaan jarum suntik bergantian atau pertukaran darah yang tidak steril.

Penularan virus HIV/AIDS bisa terjadi lewat transmisi vertikal (penularan dari ibu ke anak) saat proses kehamilan, persalinan, atau menyusui. Hal itu umumnya terjadi pada kelompok anak usia 0 sampai10 tahun. Sebagian kecil kemungkinan lainnya akibat faktor seperti transfusi darah.

Di kelompok usia muda dan dewasa, faktor penularan terbesar adalah hubungan seksual antara lelaki suka lelaki (LSL). Dari sekitar 1.006 kasus akumulasi sejak tahun 2001 hingga 2026 pada usia dewasa muda, sekitar 400 kasus di antaranya berasal dari kelompok LSL.

”Kelompok lelaki suka lelaki (LSL) merupakan kontributor terbanyak,” tambah dr Lhaksmie.

Dinas Kesehatan Sidoarjo menggencarkan skrining untuk menyisir persebaran ODHIV. Pada 2026 ini, Dinas Kesehatan Sidoarjo menarget 60 kali skrining di lokasi-lokasi yang di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.

”Semester pertama tahun 2026, 30 titik telah kami sisir. Dan, 30 titik sisanya akan diselesaikan pada semester kedua,” terang dr Lhaksmie.

Dinkes Sidoarjo berharap masyarakat selalu mengutamakan pola hidup sehat serta menghindari pergaulan dan perilaku yang berisiko penularan HIV/AIDS.  Dinas Kesehatan Sidoarjo siap melayani dan mendampingi masyarakat terkait HIV/AIDS ini. (*)