KETIK, MALANG – Dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., membuka Pelatihan Public Speaking bagi mahasiswa Fakultas Syariah, Selasa, 15 September 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Think Clearly, Speak Confidently: Gagasan Membangun Argumentasi dan Tampil Memukau di Depan Publik” tersebut berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung C Fakultas Syariah.
Pelatihan ini diikuti 117 mahasiswa lintas program studi dan semester. Peserta berasal dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Hukum Tata Negara (HTN), dan Hukum Ekonomi Syariah (HES), dengan keterwakilan mahasiswa semester I, III, dan V.
Turut hadir dalam pembukaan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., serta dua narasumber yang merupakan alumni UIN Malang, yakni Meisy Fajarani, S.H., M.H., CPLA, dan Norma Hasanatul Magfiroh, M.Psi.
Dalam sambutannya, Prof. Umi mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang diselenggarakan Unit Minat dan Bakat Fakultas Syariah. Menurutnya, public speaking menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa, terutama untuk membangun kepercayaan diri dan kemampuan menyampaikan gagasan secara terstruktur.
“Public speaking bukan sekadar berani berbicara di depan orang lain. Mahasiswa perlu belajar berbicara dengan ilmu, adab, kesantunan, dan kebijaksanaan. Apa yang disampaikan harus memiliki arti, memberikan manfaat, dan berdampak positif bagi orang lain,” ujarnya.
Baca Juga:
Gelar LAPP Penerima Beasiswa BIB, UIN Malang Siapkan Mahasiswa Tembus Akademik GlobalIa mendorong mahasiswa untuk menjadikan setiap kesempatan sebagai ruang belajar dan berlatih. Kemampuan berbicara, menurutnya, akan semakin terasah melalui kebiasaan berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta aktif dalam berbagai forum dan komunitas.
“Mulailah berlatih sejak semester awal. Bangun kepercayaan diri, kuasai ilmu, dan belajar menyampaikan pendapat dengan baik. Mahasiswa Fakultas Syariah tidak hanya dituntut menguasai ilmu, tetapi juga harus mampu mengomunikasikannya secara tepat,” tuturnya.
Prof. Umi juga menekankan pentingnya tanggung jawab dalam berkomunikasi, terlebih di tengah perkembangan era digital yang memberikan ruang luas bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan kepada publik.
Baca Juga:
Rekening Massal Warga 17 Tahun, Hasanuddin Wahid Soroti Privasi Data“Berani menyampaikan pendapat itu penting, tetapi yang lebih penting adalah memastikan bahwa apa yang kita sampaikan memiliki dasar ilmu, disampaikan dengan adab, dan memberikan manfaat. Bicara tidak sekadar bicara, tetapi harus berdampak dan menghasilkan sesuatu yang baik,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Rizki Amalia, M.Pd., menjelaskan bahwa Pelatihan Public Speaking merupakan agenda rutin tahunan Unit Minat dan Bakat Fakultas Syariah. Kegiatan tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan berbicara di depan umum sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan.
“Tahun ini kegiatan diikuti 117 mahasiswa lintas program studi. Kami juga melibatkan Duta Fakultas sebagai bagian dari kepanitiaan agar mahasiswa memiliki pengalaman dalam mengelola kegiatan sekaligus mengembangkan kemampuan organisasi,” jelasnya.
Pelatihan ini diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa Fakultas Syariah untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, memperkuat kapasitas akademik, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di dunia profesional dan kepemimpinan.