KETIK, SURABAYA – Tim Liga 2, de Red FC gagal menuai hasil manis dalam debut mereka di I League Cup 2026. Mereka kalah 0-2 melawan PSM di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Selasa, 3 November 2026.

Dua gol PSM dicetak oleh Abdul Rahaman menit ke-24 dan KodaibTanaka menit ke-48. Kendati menelan kekalahan, de Red FC mampu menyulitkan PSM walaupun belum berhasil berbuah gol.

Usai laga, pelatih de Red FC, Aji Santoso mengungkapkan perjudian rotasi pemain menjadi salah satu peyebabnya. Ia menjelaskan pada laga sore tadi, ada pemainnya yang sengaja disimpan untuk diturunkan saat laga melawan PSM, namun ketika di lapangan taktik dan strategi tidak berjalan baik.

"Saya akui, ada satu pemain center back yang kemarin sengaja tidak saya mainkan karena tidak ada center back yang lain, sehingga saya harus menjaga pemain tersebut untuk pertandingan selanjutnya," kata Aji.

Lebih lanjut, dari sisi permainan, mantan pelatih PSPS itu mengakui timnya kalah kualitas. PSM memiliki pemain-pemain yang jauh di atas de Red FC, terlihat dari permainan di lapangan.

Baca Juga:
Rotasi Pemain Jadi Kunci Darije Kalezic, PSM Raih Kemenangan 2-0 Lawan de Red FC

"Proses gol yang kedua juga memperlihatkan dengan jelas bahwa dari segi kualitas, kami kalah dari PSM, sehingga anak-anak di lapangan agak sulit untuk bisa berkembang," tuturnya.

Dengan hasil ini, Aji mengakui upaya de Red FC untuk bisa melaju ke babak selanjutnya semakin berat dan kesempatan menjadi lebih sedikit. 

"Untuk peluang lolos pada pertandingan berikutnya melawan Persipura, menurut saya peluang kami menjadi lebih kecil karena PSM, jika menang sekali lagi sudah pasti akan lolos," jelas Aji.

Ia menuturkan, pada pertandingan melawan PSM. Dirinya memberikan instruksi kepada pemain untuk tampil tanpa beban karena memang kualitas tim tamu di atas de Red FC.

Baca Juga:
Persebaya Waspadai Kendal Tornado FC, Bernardo Tavares Ingatkan Pemain Tak Meremehkan Lawan

"Jadi pertandingan ini jujur saja bagi kami nothing to lose, kalau bisa menang bersyukur, jika kalah ya memang dari segi kasta kami juga di bawahnya. Tetapi saya sudah sampaikan kepada para pemain untuk tetap tampil fight karena ini bisa menjadi bahan evaluasi tim untuk transfer window nanti," ungkapnya.

Pemain de Red FC, Fava Sheva mengakui pertandingan melawan PSM berjalan sangat sulit. Dirinya dan rekan-rekannya, kewalahan untuk dapat menembus baris pertahanan Juku Eja.

"Pertandingan ini berjalan cukup sengit walaupun posisinya kalah, mungkin ke depannya akan ada lebih banyak evaluasi untuk pertandingan berikutnya," singkatnya. (*)