KETIK, PALEMBANG – Di tengah kerasnya dunia penegakan hukum yang sarat tekanan, nama Dr. Ario Apriyanto Gopar, S.H., M.H. muncul sebagai representasi langka perpaduan intelektualitas, integritas, dan ketangguhan lapangan. Sosok jaksa yang dikenal tegas dalam penanganan perkara korupsi ini kini resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Sriwijaya, sebuah capaian yang mempertegas jejaknya sebagai figur Adhyaksa masa depan.

Gelar doktor yang diraih Ario bukan sekadar pencapaian akademik. Disertasinya yang mengangkat kebijakan pidana perpajakan dinilai relevan dengan tantangan penegakan hukum modern, khususnya dalam upaya memperkuat perlindungan keuangan negara dari kejahatan ekonomi dan korporasi.

Namun yang membuat perjalanan Ario menjadi sorotan bukan hanya titel akademiknya, melainkan bagaimana gelar itu diraih di tengah padatnya tanggung jawab sebagai aparat penegak hukum.

Karier Ario dibangun dari bawah. Ia memahami denyut birokrasi kejaksaan bukan dari balik meja semata, melainkan dari pengalaman langsung di lapangan. Dari tugas-tugas administratif, protokol, hingga menjadi bagian penting dalam fungsi intelijen kejaksaan di Ogan Ilir, semuanya dilalui dengan konsistensi dan disiplin tinggi.

Nama Ario mulai mendapat perhatian luas saat dipercaya menjabat sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Palembang. Di posisi inilah ketajaman analisis dan keberaniannya diuji.

Baca Juga:
Wow! Kejati Sumsel Selamatkan Rp1,2 Triliun Uang Negara

Di bawah kepemimpinannya, Kejari Palembang berhasil meraih Peringkat 1 Kinerja Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi se-Sumatera Selatan tahun 2024. Capaian itu bukan sekadar angka administratif, melainkan hasil dari penanganan perkara-perkara strategis yang menyita perhatian publik.

Ketegasannya dalam membongkar praktik korupsi bahkan mendapat pengakuan langsung dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAMPIDSUS), melalui penghargaan atas keberhasilan penyelesaian perkara korupsi terbaik. Reputasinya semakin kokoh setelah dinobatkan sebagai APH Terbaik 2025, penghargaan yang menegaskan konsistensinya menjaga integritas di tengah penanganan perkara besar dan berisiko tinggi.

Kini, saat menjabat sebagai Kasi Dalops Pidsus Kejati Sumsel, Ario tetap menunjukkan dedikasi penuh dalam mengawal penanganan perkara korupsi. 

Di tengah kesibukan dan tekanan pekerjaan, ia mampu menuntaskan pendidikan doktoralnya sebuah capaian yang dinilai banyak pihak sebagai simbol disiplin dan daya juang luar biasa.

Baca Juga:
ASN Jadi Tersangka Baru Korupsi KUR Bank Sumsel Babel, Kejati Sumsel: Kerugian Negara Capai Rp11,4 Miliar

Putra pasangan (Alm) H. Alwani Gopar dan Ibu Nurhayati S. ini juga dikenal sebagai pribadi yang humanis. Dukungan sang istri, Pamela AHJ, S.E., serta keluarga menjadi fondasi penting yang mengiringi perjalanan karier dan pendidikannya.

Bagi banyak kalangan di lingkungan Korps Adhyaksa, sosok Ario mencerminkan wajah baru penegak hukum modern memiliki keberanian di lapangan sekaligus kedalaman akademik dalam berpikir dan mengambil keputusan.

Di tengah tuntutan publik terhadap institusi hukum yang semakin tinggi, hadirnya figur seperti Dr. Ario Apriyanto Gopar menjadi harapan baru. Ia membuktikan bahwa dedikasi, integritas, dan kerja keras dari titik nol dapat melahirkan pemimpin yang tidak hanya kuat dalam tindakan, tetapi juga matang dalam pemikiran.

Dengan gelar doktor di pundaknya dan rekam jejak prestasi di tangannya, Ario kini berdiri sebagai salah satu figur muda yang digadang-gadang mampu membawa Korps Adhyaksa menjadi institusi yang lebih modern, bersih, dan berwibawa di tingkat nasional.(*)