KETIK, PACITAN – Mudik Lebaran 1446 Hijriah/2025 segera berakhir. Jalanan kembali padat oleh arus balik, pemudik pun mulai merapat ke rumah masing-masing.
Namun, di balik hiruk-pikuk perjalanan, ada satu sosok yang tak kalah hebat.
Dia sibuk melayani pemudik agar tetap prima.
Bukan polisi, bukan petugas Dinas Perhubungan, apalagi relawan medis.
Namanya Yudianto (51), warga asal Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku.
Baca Juga:
Muscab-III, Agus Salim Terpilih Pimpin IKA PMII Pacitan Periode 2026-2031Profesi utamanya? Tukang pijat! Tapi hebatnya, keahliannya dipakai di Rest Area Terminal Tipe A Pacitan.
Diberikan secara cuma-cuma alias gratis.
"Pijatnya kalau di sini gratis, nggak bayar. Kalau di rumah, baru bayar," ujarnya dengan santai sambil memijat, Sabtu, 29 Maret 2025.
Rutinitas ini bukan hal baru bagi Yudi sapaan akrab Yudianto. Setiap musim mudik, ia diminta khusus untuk menjadi bagian dari pelayanan pemudik.
Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban TerbanyakTangannya yang terlatih siap meredakan pegal linu para musafir perjalanan jauh.
Namun, jangan berharap bisa menikmati layanan ini setiap hari. Yudi hanya bertugas sehari, setelah itu giliran tukang pijat lain yang mengambil alih.
"Hari ini sudah ada 3 pasien. Besok sudah ganti orang lagi bukan saya," jelasnya kepada ketik.co.id
Tak hanya di terminal, Yudi juga siap dipanggil ke rumah bagi yang masih ingin menikmati pijatan khasnya setelah mudik.
Dengan sentuhannya, dia membuktikan bahwa pelayanan kepada pemudik tak melulu harus berbentuk pengamanan dan logistik.
"Kadang, pijatan hangat di tengah perjalanan jauh bisa menjadi penyelamat bagi tubuh yang letih. Bikin tetap fit," tutupnya.
Sekedar informasi, bukanya jasa pijat gratis di terminal Pacitan ini hanya sampai tanggal 7 April 2025. (*)