KETIK, MALANG – CEO Ketik.com, Kiagus Firdaus, menjadi moderator yang mempertemukan unsur UNICEF, akademisi, dan pemuda dalam agenda diskusi Sinergi Pengarusutamaan Gender dan Rencana Kerja UNICEF di Jawa Timur yang digelar di Hotel Ijen Suites Resort & Convention Malang, Selasa, 27 Oktober 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengarusutamaan Gender Provinsi Jawa Timur serta sinkronisasi pelaksanaan program kerja sama Pemerintah Republik Indonesia dan UNICEF periode 2026–2030 di Jawa Timur.
Dalam diskusi tersebut, Kiagus memandu tiga narasumber, yakni Social Policy Specialist (F4C) UNICEF Indonesia, Ali Moechtar; perwakilan Direktorat Kerja Sama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Fajar Baskoro; serta UNICEF Global Youth Health Advisory Group, Afina Karima.
Salah satu pembahasan dalam diskusi tersebut menyoroti pentingnya pengembangan keterampilan digital dan pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dalam mendukung pengembangan anak dan remaja, terutama remaja perempuan.
Dalam pemaparannya, Fajar Baskoro menjelaskan bahwa pengembangan keterampilan remaja di Jawa Timur dilakukan melalui berbagai wadah, salah satunya ekosistem SMA Double Track. Program tersebut membekali siswa dengan keterampilan kerja dan kewirausahaan di luar pembelajaran akademik.
Baca Juga:
6 Tahun Mengabdi di Forum Anak, Afina Karima Dapat Kesempatan Ikuti UNICEF Global Youth Health Advisory Gruop di NairobiDalam perkembangannya, program ini juga diperkuat dengan pengembangan keterampilan digital melalui kerja sama dengan UNICEF. Materi yang diberikan mencakup literasi digital, pemahaman teknologi, pembuatan konten, hingga pemasaran digital.
Pengembangan keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu remaja memiliki bekal yang lebih lengkap untuk menghadapi perkembangan teknologi, mengembangkan potensi diri, serta membangun kemandirian setelah menyelesaikan pendidikan.
Selain menyoroti pengembangan keterampilan digital, diskusi juga membahas peran pemuda dalam mendorong perubahan melalui keterlibatan di organisasi dan forum anak.
Kiagus menilai, pengalaman Afina Karima dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di daerah untuk mengembangkan potensi dan memperluas kontribusi mereka.
Baca Juga:
East Java and UNICEF Strengthen Gender Equality and Child Protection“Afina memang telah menjadi pemuda inspiratif yang bisa memotivasi para anak-anak daerah untuk nantinya bisa didelegasikan untuk ke Nairobi seperti dirinya,” ujarnya.
“Dari cerita inspiratifnya tentu ini diawali dengan konsisten dalam menekuni organisasi forum anak selama 6 tahun,” lanjut Kiagus.
Menurutnya, konsistensi dalam berorganisasi menjadi salah satu hal penting yang dapat membentuk kapasitas dan pengalaman anak muda. Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak generasi muda di daerah untuk terlibat dalam berbagai forum dan kesempatan di tingkat internasional.
Selain membahas peran pemuda, diskusi juga menyinggung peluang pemberdayaan perempuan melalui dukungan anggaran daerah. Kiagus menilai, potensi pendanaan daerah dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat program pemberdayaan perempuan.
“Dari kegiatan ini mungkin nantinya bisa diajukan anggaran dana untuk memberdayakan perempuan, ini bagus daerah yang telah memiliki dana abadi dari kemandirian daerah,” kata Kiagus.
Ia turut menyinggung dana abadi pendidikan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan nilai anggaran Rp3 triliun sebagai salah satu contoh potensi pendanaan daerah yang dapat menjadi bahan pembahasan lebih lanjut.
Melalui diskusi ini, penyusunan Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender dan sinkronisasi program kerja sama Pemerintah RI–UNICEF periode 2026–2030 diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarpihak dalam merumuskan program yang mendukung kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kapasitas anak dan pemuda di Jawa Timur.(*)