KETIK, SURABAYA – Upaya pemerintah untuk mengatasi stunting menjadi perhatian tersendiri bagi Dosen S1 Gizi Unusa Dini Setiarsih yang melakukan edukasi atau pengabdian masyarakat ke SMPN 1 Bangkalan. Hal ini dilakukan untuk mengatasi masalah asupan gizi yang terjadi pada remaja hingga memberikan edukasi kesehatan.

"Remaja ini sangat rentan alami masalah gizi, jadi kami memberikan edukasi untuk mengantisipasi masalah stunting di Indonesia, terlebih di Jawa Timur," ucap Dini, Rabu, 2 Oktober 2024.

Dini menjelaskan bahwa SMPN 1 Bangkalan ini telah ditetapkan sebagai sekolah sehat yang berfokus pada aksi sehat bergizi, sehat fisik dan sehat imunisasi. Akan tetapi, sekolah belum melakukan kegiatan Aksi Bergizi.

"Kami mengajarkan kepada siswa makanan-makanan bergizi bagi tubuhnya. Karena kita tahu sendiri remaja kita saat ini memilih makanan enak tapi tidak bergizi ketimbang makanan bergizi yang dibutuhkan tubuh," bebernya.

Aksi yang dilakukan Dosen S1 Gizi Unusa dengan edukasi makanan bergizi, serta kegunaan mengkonsumsi tablet penambah darah. "Ini sebagai upaya untuk mengatasi masalah stunting di usia remaja," terangnya.

Tidak hanya itu, Dini juga mengajarkan cara hidup bersih dan sehat. "Ini  SMPN1 Bangkalan menjadi sekolah percontohan kesehatan," pungkas Dini. (*)

Baca Juga:
Arumi Bachsin Ajak Siswa SDN Randutatah Konsumsi Ikan, 'Superfood' Lokal Pencegah Stunting
Baca Juga:
Banjir hingga Kemiskinan Masih Jadi Persoalan Klasik, Data Pemkot Malang Disorot Dewan