KETIK, MALANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menyiagakan posko Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang diperkuat Tim Verifikasi Khusus. Tim ini memastikan kesiapan dan mencegah data fiktif.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana menjelaskan posko SPMB tersebar di beberapa titik. Posko tersebut disiapkan untuk mengatasi kendala sistem hingga kesulitan mengakses layanan digital.
Posko pelayanan darurat untuk SPMB disiapkan mulai di tingkat SD hingga Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Pengawas. Disdikbud Kota Malang juga membuka layanan pengaduan di Kantor Disdikbud, sekaligus Kantor Pengawas di Jalan Borobudur dan Jalan WR Supratman.
"Masyarakat yang masih kesulitan dengan sistem online-nya, tolong silakan datang ke sekolah SD terdekat. Baik saat mendaftar SD maupun saat mendaftar SMP untuk dibantu prosesnya," ujar Suwarjana, Selasa 2 Juni 2026.
Petugas yang berada di posko pun akan melayani proses pendaftaran sesuai petunjuk teknis (juknis) resmi.
Baca Juga:
Gagal SNBT Tak Lagi Jadi Akhir! UB Siapkan 9.139 Kursi Jalur Mandiri, Kuota Bisa Bertambah"Kalau ada kendala sistem yang tidak mampu diatasi oleh pihak sekolah, penanganannya akan langsung ditarik dan diselesaikan oleh tim teknis dinas," imbuh Suwarjana.
Suwarjana menjelaskan proses verifikasi berkas dilakukan dengan menggandeng 4 instansi lintas sektor. Tim tersebut bertugas untuk mengantisipasi kecurangan dan transparansi data.
"Kami juga melibatkan instansi lain, seperti Dispendukcapil yakan melakukan validasi akurasi data kependudukan dan zonasi rumah," katanya.
Selain Dispendukcapil, Kementerian Agama (Kemenag) juga digandeng untuk pengecekan sertifikat dan prestasi nonakademik di bidang keagamaan bagi calon siswa yang mendaftar di jalur prestasi.
Baca Juga:
Gus Iqdam Hadir di Stadion Gajayana Hari Ini, Polresta Malang Kota Sediakan Microsite Panduan JemaahSedangkan prestasi olahraga melibatkan KONI Kota Malang bersama cabang olahraga terkait agar piagam dan sertifikat yang diajukan calon siswa dipastikan legalitasnya.
"Kalau untuk jalur afirmasi, kami juga melibatkan Dinsos P3AP2KB untuk sinkronisasi data kemiskinan terpadu untuk calon siswa," pungkasnya. (*)