KETIK, TRENGGALEK – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengambil langkah cepat dengan menyiapkan relokasi bagi 71 warga terdampak bencana longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan.

Selain untuk 6 orang korban jiwa akibat bencana lonsor, relokasi tidak hanya ditujukan kepada 71 KK yang terdampak, namun juga untuk KK  yang wilayahnya dianggap rawan.

Mas Ipin sapaan dia mengatakan, selain menyediakan tempat relokasi, Pemkab juga memperhatikan akan kebutuhan yang dianggap mendesak. Salah satunya ialah kebutuhan akan air bersih. 

"Tak kalah penting adalah patroli kesiapsiagaan akan bencana susulan ketika hujan di malam hari," ucapnya usai memimpin rapat kerja bersama jajarannya di Gedung Bawarasa setempat,  Selasa 3 Mei 2025.

Mas Ipin menyebut jika peran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur cukup signifikan sehingga, pihaknya mengucapkan terima kasih. "Jika tanahnya yang sudah disepakati maka kita akan laksanakan. Jadi prioritas untuk 71 KK yang terdampak. Karena, topsoilnya tidak terlalu dalam dan batuannya juga beresiko sliding," ungkapnya.

Baca Juga:
Pemkab Trenggalek Hemat Operasional Rp9 M, Siap Alokasikan untuk Infrastruktur

Ia menyampaikan, terkait kesedian warga untuk direlokasi tentu saja warga akan memprioritasakan keselamatan dan tempatnya tidak jauh dari tempat matapencarian.

"Sebenarnya lokasi sudah diusulkan oleh desa, tapi kita akan melihat terlebih dahulu tingkat kerawannya sehingga bisa memberi rasa tenang warga, "tandasnya.

Seperti yang terjadi di Desa Ngrandu Kecamatan Suruh, desa mengusulkan titik, namun kami melihat masih ada titik rawannya dengan kemiringan lebih dari 30 % hingga 45%.

"Pendeknya, tidak termasuk daerah rawan dan secara anggaran bisa dioptimalkan," ujarnya.

Baca Juga:
Bupati Trenggalek Tanggapi Kebijakan WFH: Hemat Listrik dan Perjalanan Dinas Jadi Atensi

Sementara itu, Kades Depok, Kecamatan Bendungan Sugeng Asmoro membenarkan adanya relokasi warganya akibat bencana tanah longsor. "Sudah ada rencana dari berbagai pihak, yakni  BBPD dan Perhutani, namun titiknya belum ditentukan, "kata mantan Anggota DPRD Kabupaten Trenggalek.

Sugeng sapaannya, memaparkan, dari data yang masuk ada  71 warga yang akan direlokasi dan menempati tanah yang disediakan oleh Pemkab. Sedangkan yang 15 KK merupakan lahannya sendiri.

"Warga sadar akan kondisi yang terjadi dan siap untuk direlokasi. Tak terkecuali tidak ada pilihan lain. Di musim hujan mereka ketakutan dan mengungsi," tutupnya (*)