KETIK, SIDOARJO – ”Narkoba adalah musuh nyata yang merusak masa depan bangsa. Kita semua harus bergerak bersama melakukan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” kata Bupati Subandi dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internasional  atau HANI 2026 di Lapangan Desa Wonokalang, Kecamatan Wonoayu, Minggu (5 Juli 2026).

Peringatan HANI 2026 diwarnai kegiatan sosialisasi dan jalan sehat bersama. Acara itu dihadiri Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Kombespol Gatot Soegeng Soesanto, Kepala Bakesbangpol Sidoarjo Fredik Suharto, Camat Wonoayu Anwar, Kepala Desa Wonokalang Sujarwoto, serta jajaran Forkopimka Wonoayu.

Bupati Subandi menegaskan, keluarga merupakan pintu utama dalam melindungi generasi muda untuk pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Masyarakat adalah garda terdepannya.

Pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Keberhasilan upaya P4GN memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dari keluarga, RT, RW, desa, dan pemerintah daerah.

Bupati Subandi mengapresiasi peran Badan Narkotika Nasional atau BNN Sidoarjo yang telah bersinergi dengan Bakesbangpol Sidoarjo dalam peringatan HANI 2026. Sinergi tersebut merupakan langkah nyata bersama untuk melindungi masyarakat Sidoarjo dari bahaya narkoba.

Baca Juga:
Direksi Perumda Delta Tirta Segera Diumumkan, Bupati Subandi: Kalau 1 Tahun Tidak Berhasil, Mundur!

Bupati Subandi juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Kecamatan Wonoayu merupakan wilayah dengan kasus narkoba tertinggi kedua di Sidoarjo. Jadi, perlu perhatian serius dalam upaya pencegahan peredaran narkoba.

”Peran keluarga dan masyarakat pun sangat dibutuhkan untuk melakukan deteksi dini terhadap perilaku yang mencurigakan,” tambah Bupati Subandi. (*)

Baca Juga:
Bersama Wabup Mimik Idayana Lantik 80 Kades, Bupati Subandi: Jauhi Masalah Hukum!