KETIK, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Dalam sidang tersebut, ia dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude dan tercatat sebagai doktor ke-515 yang diluluskan oleh kampus tersebut.
Pencapaian akademik itu diraih melalui disertasi berjudul "Analisis Peran Belanja Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Jawa Timur". Sidang promosi doktor menghadirkan sejumlah guru besar Unair serta mantan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, sebagai salah satu penguji.
Keberhasilan tersebut menambah daftar kepala daerah yang menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral. Bagi Gus Fawait, capaian akademik tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kapasitas dalam merumuskan kebijakan publik.
Dalam sidang promosi tersebut, ia menekankan pentingnya menghadirkan kebijakan yang berbasis data dan hasil riset. Menurutnya, ilmu pengetahuan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ilmu ini harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk kebijakan yang nyata,” ujarnya.
Baca Juga:
Di Balik Gelar Doktor Unair, Gus Fawait Soroti Pentingnya Belanja Pemerintah yang Tepat SasaranPolitikus Partai Gerindra itu juga menegaskan bahwa keberhasilan suatu kebijakan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki pemerintah. Yang lebih penting adalah bagaimana anggaran tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat sasaran.
“Yang paling penting adalah keberpihakan dalam proses budgeting,” tegasnya.
Gus Fawait berharap hasil penelitian yang ia susun selama menempuh pendidikan doktoral dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
Dalam disertasinya, ia secara khusus mengkaji efektivitas belanja pemerintah sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, masih terdapat kesenjangan antara besarnya anggaran yang dikeluarkan pemerintah dengan dampak yang dirasakan masyarakat.
Baca Juga:
Data BPS 2026: Jember Jadi Penghasil Beras Terbesar di Tapal Kuda, Produksi Tembus 446 Ribu TonIa juga menyoroti pentingnya menghubungkan bantuan sosial dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja, sehingga program bantuan tidak hanya bersifat konsumtif tetapi mampu mendorong produktivitas masyarakat.
Selain itu, sektor Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan program kehutanan sosial disebut memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara tepat dan didukung kebijakan yang terintegrasi. (*)