KETIK, SLEMAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman resmi menutup program Bulan Dana PMI Tahun 2026 dengan total capaian donasi sebesar Rp1,3 miliar.

Seluruh dana yang digalang dari masyarakat dan berbagai sektor tersebut akan dialokasikan penuh untuk menyokong program layanan kesehatan serta aksi kemanusiaan di wilayah Sleman.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menghadiri langsung seremoni penutupan sekaligus menyerahkan hasil perolehan dana tersebut secara simbolis di Aula Lantai III Pemerintah Kabupaten Sleman pada Jumat, 3 Juli 2026.

Danang menyatakan bahwa nominal yang terhimpun bukan sekadar angka statistik, melainkan manifestasi nyata dari solidaritas dan semangat gotong royong warga Sleman.

Ia juga mendesak agar PMI Sleman terus memberikan kontribusi riil yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Acara penutupan ini bukan sekadar momentum formalitas semata, tetapi menjadi refleksi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh seluruh elemen masyarakat Sleman," ujar Danang dalam sambutannya, Jumat, 3 Juli 2026.

Ia menegaskan pentingnya aspek keterbukaan dalam pengelolaan dana publik tersebut.

"Saya percaya PMI Kabupaten Sleman akan mengelola amanah ini secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemanfaatan sebesar-besarnya bagi masyarakat," tuturnya.

Alokasi Dana untuk Operasional 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PMI Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini, menjelaskan bahwa dana Rp1,3 miliar tersebut akan didistribusikan ke berbagai program prioritas.

Baca Juga:
Menjaga Napas JKN, Menakar Jalan Keluar di Tengah Impitan Inflasi Medis dan Stagnasi Iuran BPJS Kesehatan

Sektor penanggulangan bencana, pelayanan sosial, layanan ambulans, pertolongan pertama, hingga evakuasi jenazah menjadi fokus utama operasional lembaga.

Selain itu, anggaran ini juga digunakan untuk membiayai operasional posko siaga 24 jam serta pelayanan khusus pada hari besar keagamaan seperti Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru.

"Kami terus menjalin kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Sleman serta pemangku kepentingan lainnya untuk menghadirkan layanan kemanusiaan yang profesional dan berkualitas," kata Mafilindati.

Sebagai upaya memperkuat kemandirian organisasi, Mafilindati menambahkan bahwa PMI Sleman kini tidak hanya mengandalkan Unit Pengelolaan Darah.

Lembaga kemanusiaan ini mulai mengembangkan unit pelayanan teknis mandiri, seperti Klinik Pratama dan optimalisasi layanan ambulans komersial-subsidi silang.

Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada jajaran instansi pemerintah daerah, sektor swasta, lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, serta seluruh warga yang berpartisipasi dalam Bulan Dana PMI 2026.

"Berkat dukungan ini, PMI Kabupaten Sleman bisa terus konsisten melayani masyarakat," ucapnya. (*)

Baca Juga:
Wabup Brebes Wurja: Bulan Dana PMI 2026 Harus Jadi Gerakan Gotong Royong