KETIK, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mempertegas komitmennya dalam memajukan industri kreatif lokal dengan menggelar Mahakarya Batik Tulungagung 2026 di Gelanggang Olahraga (GOR) Lembu Peteng, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Pergelaran busana (fashion show) ini melibatkan 15 galeri batik terkemuka di Tulungagung serta menampilkan puluhan peraga busana.

Acara diawali dengan laporan pelaksanaan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Muhammad Ardian Candra.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia dan Hari Batik Nasional 2026, sekaligus sebagai wadah peningkatan kapasitas SDM pelaku ekonomi kreatif.

"Mahakarya Batik Tulungagung menjadi panggung kreativitas bagi para pelaku usaha, perancang busana, hingga start-up lokal untuk terus berinovasi mempromosikan produk berbasis kearifan lokal," ujar Candra.

Baca Juga:
Sinergi Insan Pers dan Ekonomi Santri, Gus Rofiq Hadiri Pelantikan DPD IWOI Tulungagung

Plt Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin secara resmi membuka gelaran tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memberikan apresiasi penuh kepada para perajin dan pelestari batik daerah, salah satunya dengan menjadikan batik sebagai pakaian harian serta identitas busana daerah.

"Batik bukan sekadar warisan budaya, melainkan penggerak roda perekonomian daerah. Melalui pergelaran ini, kita tunjukkan kebanggaan atas Batik Ngrowo dan ragam motif khas Tulungagung agar makin dikenal." ucap Baharudin  

Diharapkan event tahunan ini mampu menggerakkan perekonomian, meningkatkan daya saing UMKM lokal, serta memperkuat Tulungaguuuueung sebagai salah satu pusat industri kreatif batik di Jawa Timur.(*)

Baca Juga:
Bupati Tulungagung Lantik Pimpinan BAZNAS 2026-2031