KETIK, SURABAYA – Pada upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin, 17 Agustus 2026, perhatian masyarakat yang hadir tertuju pada tribun depan atau tepatnya di sisi kanan Jalan Gubernur Suryo.
Berisi ratusan murid dan mahasiswa yang tergabung dalam paduan suara, sorotan justru tertuju pada seorang remaja memegang mikrofon di bagian panggung depan. Suaranya merdu, intonasi dan artikulasi vokal sangat jelas ditambah iringan musik yang indah, membuat suara sang remaja perempuan itu enak didengar hingga menjadi buah bibir.
Namanya Deswita Maharani, mengingatkan terhadap seorang artis ternama yang juga memiliki nama serupa. Deswita adalah remaja kelahiran Magelang, 1 Desember 2011. Tahun ini usianya 15 tahun dan duduk di bangku kelas IX atau III SMP.
Deswita sehari-harinya adalah murid dari Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Banyuwangi. Meski baru pertama kali, namun ia tampil sangat luar biasa, baik saat mengiringi Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih pada pagi harinya maupun ketika Upacara Penurunan Bendera sore harinya.
“Saya sangat senang bisa tampil di sini, tapi sedikit nervous (grogi). Apalagi ini adalah pertama kali saya bertemu Ibu Gubernur Khofifah dan perdana tampil di luar Banyuwangi,” ujarnya ditemui di Grahadi usai upacara penurunan bendera.
Baca Juga:
Upacara HUT Ke-81 RI di Grahadi! Anggunnya Khofifah Berkebaya Merah Putih, Emil-Arumi Kompak Berbusana Dayak KenyahGubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memang sempat mendatangi dan berbincang sejenak dengan Deswita di tribun paduan suara usai upacara pengibaran bendera. Selain ikut bernyanyi bersama, Khofifah yang didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dan Arumi Bachsin sempat berpesan kepada Deswita.
“Iya, ada yang diomongin oleh Ibu Gubernur. Beliau mengucapkan terima kasih dan tetap semangat melanjutkan prestasi,” katanya.
Deswita mengaku sejak kecil sudah menggemari dunia tarik suara. Darah menyanyinya berasal dari sang ibu yang merupakan penyanyi lokal di Banyuwangi. “Ibu saya sering diundang menyanyi di hajatan-hajatan. Ibu saya juga yang mengajari saya bernyanyi,” ucapnya.
Baca Juga:
8.100 Langkah Sambil Pungut Sampah, Cara 55 Staf Hotel di Surabaya Maknai HUT ke-81 RIIa juga bercita-cita ingin menjadi seorang penyanyi terkenal dan mewarnai dunia musik Tanah Air ke depannya. Deswita berharap bisa jadi penyanyi seperti Mahalini atau Lyodra.
“Saya juga sangat ngefans dengan Niken Salindri. Dia adalah inspirasi saya. Spesialisasi musik saya juga sama dengan Mbak Niken, yaitu Jawa Dangdut,” tuturnya.
Deswita Maharani kini duduk di kelas akhir tingkat sekolah menengah pertama. Semester awal ini ia duduk di bangku kelas SR Terintegrasi 1 Banyuwangi usai sebelumnya putus sekolah. “Saya dulu bersekolah di SMP Muhammadiyah 7 Sempu. Tapi karena ada masalah ekonomi, saya putus sekolah. Alhamdulillah sekarang menempuh pendidikan di SR,” katanya.
“Di SR saya sangat senang sekali. Anaknya asyik-asyik, guru maupun pengasuh juga. Meski baru semester awal, tapi kami sudah seperti keluarga,” tambah Deswita Maharani.
Kini, asa Deswita kembali menyala. Persoalan yang sempat datang tidak dijadikannya masalah dan penghalang untuk terus berkarya. Lewat suara merdunya, asa Deswita tak padam. Dengan perjuangan, keteguhan dan semangat belajar tinggi maka bukan tidak mungkin cita-citanya menjadi seorang penyanyi terwujud. Tentu, belantika musik Indonesia bakal semakin berwarna. (*)