KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memanggil seluruh atlet asal kabupaten/kota di provinsi setempat peraih medali di ajang SEA Games XXXIII 2025 Thailand ke Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jumat, 30 Januari 2026.
Dari ratusan atlet yang datang, hampir semuanya berfokus pada seorang dara muda berambut agak panjang yang duduk di kursi disediakan. Namanya, Martina Ayu Pratiwi. Seorang atlet cabang olahraga Triathon.
Triathlon adalah gabungan dari olahraga berenang, bersepeda, dan berlari yang dilakukan secara berurutan dalam satu waktu. Cabor ini membutuhkan stamina dan kecepatan yang kuat dari sang atlet.
Pantas saja semua mata tertuju kepadanya, sebab di lehernya berkalung tujuh medali SEA Games, yakni lima medali emas dan dua medali perak.
Wajah sumringah terus terpancar dari wajahnya. Terlebih saat pembawa acara dari protokoler Biro Adpim Setdaprov Jatim bersiap memandu sekaligus menyambut kehadiran sang gubernur.
Baca Juga:
On Fire, Senam Trenggalek Siap Tambah Medali Emas di Porprov 2027, Ini SyaratnyaYa, saat itu digelar kegiatan berupa pemberian bonus kepada atlet dan pelatih Jawa Timur yang berprestasi pada jenjang SEA Games XXXIII/2025 Thailand.
Saat nama Martina dipanggil ke depan untuk menerima bonus, tidak sedikit rekan-rekannya sesama atlet bertepuk tangan.
Begitu juga dengan Gubernur Khofifah yang di atas panggung tampak kagum melihat banyaknya medali di leher Martina. Total bonus diterimanya pun sebesar Rp409.500.000.
Saat penyerahan bonus, Khofifah didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak serta Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beri Bonus Atlet SEA Games 2025, KONI Jatim Optimistis Konsisten Sumbang Medali“Saya sangat bersyukur dengan capaian ini, apalagi diberi apreasisai dari Ibu Gubernur Khofifah. Alhamdulillah, ini bisa dibuat untuk mendukung prestasi akan datang,” ujar Martina.
Berbagai perjuangan, latihan, kompetisi dan kerja keras menjadi kisahnya untuk menahbiskan diri sebagai Ratu Triathlon Indonesia.
Tidak berlebihan julukan itu disematkan, sebab deretan prestasi sukses diraihnya. Di SEA Games 2025, dara kelahiran Magetan itu turun di tiga disiplin sekaligus, yakni triathlon, duathlon dan aquathlon.
Martina sukses mengoleksi total tujuh medali, terdiri dari lima emas dan dua perak, termasuk emas bergengsi di nomor triathlon individu putri. Kontribusinya menjadi bagian penting dalam langkah Indonesia mengamankan posisi runner-up klasemen akhir.
Disiplin Berjuang
Prestasi yang didapatnya ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Prosesnya juga tidak instans. Sebelum terjun ke cabang olahraga triathlon, Martina adalah seorang atlet renang. Kemudian, pada 2022 ia ditawari oleh pelatih berpindah ke cabor triathlon.
Tiga bulan berselang, ia ikut trial di Jawa Barat dan sukses membawa pulang 1 medali perak triathlon dan 1 medali perunggu di aquathlon.
Martina terus berlatih hingga ikut Pra PON yang mendapat peringkat 1 di triathlon dan peringkat 3 untuk duathlon.
Ia akhirnya masuk PON XXI 2024 membela kontingen Jawa Timur dan sukses menyumbang dua medali emas. Martina juga sebelumnya menempa diri lewat berbagai kejuaraan nasional maupun tingkat Asia.
Konsistensi performa dan disiplin latihan membawanya menembus level Asia, dengan gelar juara Asia Triathlon Cup Chennai dan podium di Gamagori sebagai penanda kualitasnya.
Martina membuktikan bahwa keberanian keluar dari zona nyaman mampu melahirkan sejarah emas bagi bangsa.
“Kuncinya menjaga konsistensi dengan cara terus berlatih, disiplin dan mempunyai target,” kata mahasiswi semester 2 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) jurusan Ilmu Kepalatihan Olahraga tersebut.
Berikutnya, ajang lebih menantang sudah di depan mata. Ia menargetkan lolos kualifikasi untuk Olimpiade tahun 2028, serta turnamen olahraga tingkat Asia di Asian Games tahun ini.
Atlet berusia 22 tahun itu mengaku sudah mempersiapkan sejak awal dan terus berlatih sejak awal 2026. Selain itu, ke depan ada beberapa program latihan lainnya, salah satunya Training Camp.
“Sementara ini saya berlatih di Situbondo. Target di turnamen berikutnya adalah memberikan hasil terbaik,” tutur Martina. (*)