KETIK, TULUNGAGUNG – Suasana khidmat sekaligus semarak menyelimuti halaman Kantor Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, saat Pemerintah Desa Ngranti menggelar pagelaran wayang kulit sebagai puncak peringatan tradisi Bersih Desa 2026, Selasa, 7 Juli 2026.
Kegiatan yang menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat dan hasil pembangunan desa itu dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, jajaran Forkopimcam Boyolangu, Camat, Kapolsek, Danramil, Kapolsek Ngunut, kepala desa se-Kecamatan Boyolangu, serta ribuan warga yang memadati lokasi acara.
Turut hadir pula Ketua BPD beserta anggota, LPM, Karang Taruna, Ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur kelembagaan desa yang bersama-sama menyukseskan tradisi tahunan tersebut.
Kepala Desa Ngranti, Yulianto, S.Pd., mengawali sambutannya dengan mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan bersih desa yang berlangsung dengan penuh kebersamaan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan tamu undangan yang telah bergotong royong sehingga tradisi tahunan tersebut dapat terlaksana dengan lancar.
Baca Juga:
Pemkab Tulungagung Prioritaskan Perbaikan Jalan Rejosari Kalidawir yang Terdampak JLS, Targetkan Mulai Awal Tahun 2027"Terima kasih atas kehadiran segenap tamu undangan dan seluruh warga masyarakat Desa Ngranti. Mudah-mudahan kehadiran kita semua menjadi berkah, khususnya bagi warga Ngranti dan umumnya untuk masyarakat Kecamatan Boyolangu," ujar Yulianto.
Menurutnya, pagelaran wayang kulit bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan juga menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas berkah yang diterima selama satu tahun terakhir sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarwarga.
Pada tahun ini, pagelaran wayang kulit menghadirkan lakon "Wahyu Katentreman" yang dibawakan oleh dalang Ki Eko Prisdianto. Yulianto menjelaskan, lakon tersebut dipilih karena mengandung pesan moral tentang kejujuran, keadilan, kesabaran, dan kebijaksanaan yang dicontohkan para tokoh Pandawa.
"Dari lakon ini, kita bisa mengambil hikmah tentang bagaimana kejujuran, keadilan, dan kesabaran para Pandawa membawa ketenteraman. Semoga nilai-nilai tersebut bisa kita serap dan terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari," tuturnya.
Baca Juga:
Puluhan Tahun Belum Nikmati Listrik, Warga Kaligentong Sampaikan Keluhan ke Plt Bupati TulungagungIa juga mengajak seluruh masyarakat memanjatkan doa agar Desa Ngranti senantiasa diberikan kemakmuran, keselamatan, serta dijauhkan dari berbagai musibah.
"Mari kita wujudkan bersama agar Desa Ngranti senantiasa menjadi desa yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur, desa yang aman, tenteram, makmur, dan penuh berkah," katanya.
Sementara itu, Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Ngranti yang mampu menjaga tradisi budaya sekaligus mempererat persatuan warga.
Menurutnya, tradisi bersih desa menjadi momentum penting untuk memperkuat kerukunan serta memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Baharudin juga mengajak masyarakat menjaga kondusivitas wilayah dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung berpesan kepada warga masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang negatif dan tidak objektif yang berpotensi membuat gaduh Bumi Ngowo tercinta. Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama seluruh OPD terus bekerja untuk mewujudkan Tulungagung yang lebih baik dan maju," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menghidupkan semangat JOGO TULUNGAGUNG demi menjaga keamanan, ketenteraman, dan persatuan.
"Mari kita bareng-bareng menjaga Tulungagung. Kita ciptakan Tulungagung yang aman, nyaman, dan damai. Mari warga dan para aparat, baik aparat desa, RT, kecamatan maupun kabupaten, bersama-sama menjaga agar Tulungagung warganya sejahtera. Tulungagung Aman, Tulungagung Maju, Tulungagung Damai," tegasnya.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi simbolis penyerahan gunungan sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit. Gunungan diserahkan secara estafet dari Camat Boyolangu kepada Kepala Desa Ngranti, kemudian kepada Plt. Bupati Tulungagung sebelum akhirnya diterima dalang Ki Eko Prisdianto.
Prosesi tersebut disambut tabuhan gamelan dan bunyi gong yang menandai dimulainya lakon "Wahyu Katentreman", yang dipentaskan sebagai tuntunan sekaligus hiburan bagi masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, pagelaran wayang kulit masih berlangsung. Ribuan warga tampak bertahan menyaksikan setiap adegan dan petuah yang disampaikan sang dalang sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus refleksi nilai-nilai kehidupan.(*)