KETIK, BATU – Berawal dari keinginan membukukan skripsi semasa kuliah pada 1996, Nurudin kini menjelma menjadi penulis produktif dengan puluhan karya buku bertema komunikasi, media sosial, hingga budaya populer.
Konsistensinya menulis juga turut menginspirasi mahasiswa untuk berkarya melalui buku.
Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu telah menghasilkan puluhan buku dan ratusan artikel yang dipublikasikan di berbagai media cetak lokal maupun nasional.
Selain aktif mengajar, Nurudin juga dikenal sebagai editor buku serta trainer kepenulisan. Ketertarikan terhadap dunia menulis ternyata telah tumbuh sejak masih menjadi mahasiswa. Ia mengaku mulai serius menulis ketika menyusun skripsi pada tahun 1996.
“Sejak zaman mahasiswa saya sudah tertarik menulis buku. Saat membuat skripsi tahun 1996, saya punya keinginan membukukannya. Namun baru bisa terwujud setelah menjadi dosen. Skripsi itu menjadi karya pertama yang diterbitkan dari program studi saya di Universitas Sebelas Maret Surakarta,” ujarnya, Sabtu, 16 Mei 2026.
Baca Juga:
Oase Cafe and Literacy, Tempat Nongkrong Favorit Pecinta Buku di Kota MalangSemangat menulis tersebut terus ia pertahankan hingga sekarang. Menurut Dosen yang sudah bergelar Doktor ini, karya tulis bukan sekadar bentuk aktualisasi diri, tetapi juga sarana memberikan manfaat kepada masyarakat luas.
“Saya ingin tulisan bisa memberi manfaat bagi orang lain. Bahkan dalam proses mengajar, saya juga mendorong mahasiswa agar menghasilkan karya tulis. Luaran mata kuliah yang saya ampu sering kali berupa buku kumpulan tulisan mahasiswa,” katanya.
Tidak hanya produktif secara individu, Nurudin juga dikenal aktif memelopori penerbitan buku mahasiswa sebagai hasil akhir pembelajaran di kampus. Hingga kini, sudah sekitar 54 judul buku kelas berhasil diterbitkan bersama mahasiswa.
Dari puluhan buku yang telah diterbitkan, Nurudin menyebut salah satu buku yang paling berpengaruh dalam perjalanan hidup dan kariernya adalah buku berjudul Think and Grow Rich karya Napoleon Hill.
Baca Juga:
Unik! Perpus Library Cafe Tawarkan Pengalaman Ngopi Ditemani Ribuan Buku di MalangSementara itu, tantangan terbesar yang ia hadapi sebagai penulis justru terletak pada manajemen waktu di tengah kesibukannya sebagai dosen.
“Soal manajemen waktu memang menjadi tantangan terbesar. Sebab pekerjaan dosen banyak berkaitan dengan urusan teknis dan administratif,” jelas Pak Nur, sapaan akrab para mahasiswanya.
Dalam mencari ide tulisan, Pak Nur mengaku lebih banyak memperoleh inspirasi dari pengalaman pribadi, hasil membaca, hingga pengamatan terhadap kehidupan sehari-hari.
“Pengalaman adalah sumber gagasan yang sangat penting. Selain itu, membaca apa saja juga akan sangat berguna bagi penulis. Calon penulis tidak boleh membatasi diri hanya membaca satu tema tertentu saja,” ungkapnya.
Ia menilai kebiasaan membaca menjadi modal penting untuk menjaga produktivitas menulis. Menurutnya, semakin banyak seseorang membaca, maka semakin mudah pula menemukan ide dan sudut pandang baru.
“Calon penulis harus yakin bahwa apa yang dibaca suatu saat akan berguna. Cepat atau lambat, semua bacaan akan membantu proses menulis,” tambah Dosen yang gemar bulutangkis ini.
Selain membaca, pengamatan terhadap lingkungan sekitar juga menjadi bagian penting dalam membangun ide tulisan.
“Mengamati kejadian di sekitar kita sangat dianjurkan bagi calon penulis. Akan lebih baik lagi jika hasil pengamatan itu dicatat atau ditulis,” katanya.
Meski memiliki kesibukan tinggi, Nurudin tetap memasang target minimal menerbitkan satu buku setiap tahun.
“Minimal satu buku dalam satu tahun. Memang tidak mudah, tapi saya merasa harus punya target,” ujarnya.
Konsistensi, menurut Pak Nur, menjadi kunci utama bagi siapa saja yang ingin berkembang di dunia kepenulisan. Ia mengingatkan penulis pemula agar tidak cepat merasa puas terhadap kemampuan yang dimiliki.
“Penulis yang baik tidak boleh cepat puas. Harus terus membaca dan terus melatih kemampuan menulis. Dunia sangat dinamis, sehingga kita juga harus terus berkembang,” tegasnya.
Daftar buku individu karya Nurudin yang telah dipublikasikan antara lain:
1. Free Writing, Menulis Dulu Salah Belakangan (Selaksa Media, terbit Juni
2026)
2. Agama itu Bernama K-Pop, Kesetiaan, Euforia dan Imperialisme Budaya
Populer (Selaksa Media, 2026)
3. Behind the Glamour, Identitas Baru K-Popers (UMM Press, 2025)
4. Andai Pemerintah Mau (Inteligensia Media, 2021)
5. Komunikasi Politik dalam Masyarakat Tidak Tulus (Prenada, Jakarta, 2020)
6. Agama Saya adalah Uang (Intrans, Malang, 2020)
7. Media Sosial, Agama Baru Masyarakat Milenial (Intrans, Jakarta, 2019)
8. Perkembangan Teknologi Komunikasi (Rajawali, Jakarta, 2017)
9. Ilmu Komunikasi, Ilmiah Populer (Rajawali, Jakarta, 2016).
10. Media Sosial Baru dan Munculnya Revolusi Proses Komunikasi, Buku
Litera, Yogyakarta 2012)
11. Tuhan Baru Masyarakat Cyber di Era Digital (Aditya Media Publishing,
Yogyakarta, 2012)
12. Jurus Jitu Nulis Artikel yang Baik dan Benar (Ghalia, Jakarta 2011)
13. Citizen Journalism Sebagai Katarsis Baru Masyarakat (Buku Litera,
Yogyakarta 2010)
14. Jurnalisme Kemanusiaan, Membedah Pemikiran Jakob Oetama tentang
Pers dan Jurnalisme (UMM Press, Malang 2010)
15. Dasar-Dasar Penulisan (UMM Press, Malang 2010)
16. Jurnalisme Masa Kini (Rajawali Pers, Jakarta 2009)
17. Kiat Meresensi Buku di Media Cetak (Murai Kencana, Jakarta 2009)
18. Hubungan Media, Konsep dan Aplikasi (Rajawali Pers, Jakarta 2008)
19. Pengantar Komunikasi Massa (Rajawali Pers, Jakarta 2007)
20. Sistem Komunikasi Indonesia (Rajawali Pers, Jakarta 2004)
21. Pers Dalam Lipatan Kekuasaan (Tragedi Pers Tiga Zaman) (UMM Press,
Malang 2003)
22. Komunikasi Propaganda (Remaja Rosdakarya, Bandung 2001)
23. Menulis Artikel itu Gampang (Effhar, Semarang 2001)
24. Televisi Agama Baru Masyarakat Modern (UMM Press, Malang 1997)