KETIK, GRESIK – Program pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gresik semakin menunjukkan hasil nyata.
Sebanyak 45 ekor kambing dari Balai Ternak Mekar Sari Farm binaan Baznas di Dusun Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, diborong Baznas RI untuk program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Baznas menjadikan ibadah kurban tidak hanya sebagai ritual tahunan, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Ketua Baznas Kabupaten Gresik, Muhamad Mujib mengatakan tahun ini Kabupaten Gresik mendapat alokasi 45 hewan kurban dari Baznas RI yang dipersiapkan melalui Balai Ternak binaan Baznas.
"Untuk tahun ini kita mendapat alokasi 45 hewan kurban yang dipesan dari Baznas RI. Sebanyak 35 ekor dipotong di Balai Ternak Gresik dan dibagikan kepada warga dhuafa di Kabupaten Gresik, sementara 10 ekor lainnya dikirim ke kabupaten lain," ungkapnya.
Baca Juga:
SWI Buka Peluang Strategis Kolaborasi Dakwah Zakat Nasional bersama Baznas RIBalai Ternak Mekar Sari Farm mulai dibangun sejak 2019 melalui bantuan Baznas Kabupaten Gresik. Program tersebut kemudian terus berkembang dengan dukungan dari Baznas Provinsi Jawa Timur hingga Baznas RI.
"Alhamdulillah tahun ini bantuan dari Baznas RI cukup signifikan. Kami diminta menyiapkan ternak-ternak terbaik untuk kebutuhan kurban masyarakat yang menyalurkan kurban melalui Baznas RI," jelasnya.
Program Balai Ternak tidak sekadar membantu masyarakat melalui pemberian ternak, tetapi juga memberikan pendampingan usaha secara menyeluruh kepada para mustahiq atau penerima manfaat zakat.
"Harapannya mustahiq bisa naik kelas menjadi muzakki. Jadi yang awalnya menerima manfaat, ke depan bisa menjadi orang yang memberi manfaat," imbuhnya.
Baca Juga:
Dorong Warung Tradisional Naik Kelas, Pemkot Kediri dan Baznas Luncurkan Program ZMartProgram pemberdayaan tersebut menyasar masyarakat yang terdampak perubahan sosial akibat industrialisasi dan pembangunan infrastruktur di wilayah setempat.
Sebagian warga Dusun Srembi sebelumnya kehilangan pekerjaan setelah lahan pertanian mereka terdampak pembangunan kawasan industri dan jalan tol.
Melalui program Balai Ternak, masyarakat tidak hanya mendapat bantuan kambing, tetapi juga kandang, pakan konsentrat, mesin pencacah rumput, timbangan, hingga pendampingan dari Baznas RI, drh. Yudha Indrawan serta pendampingan kesehatan oleh Kabid Peternakan Dispertan Gresik, drh. Viki Mustofa.
Awalnya, bantuan diberikan kepada 20 orang peternak dengan masing-masing menerima 4 ekor kambing yang terdiri dari 3 betina dan satu jantan. Kini jumlah anggota kelompok berkembang menjadi 38 orang.
Jenis ternak yang dikembangkan pun cukup unggul, salah satunya domba komposit hasil persilangan Texel dari luar negeri.
Selain menjual ternak hidup, Balai Ternak Mekar Sari Farm juga mulai mengembangkan produk lain seperti katering aqiqah, pupuk organik, media tanam, hingga daging beku.
Ketua Kelompok Mekar Sari Farm, M. Sholeh (45) mengaku bersyukur atas pendampingan dan bantuan yang diberikan Baznas selama beberapa tahun terakhir.
"Kami sangat berterima kasih kepada Baznas. Bukan hanya kabupaten, tapi juga Provinsi dan Baznas RI karena bukan hanya memberi bantuan ternak, tetapi juga mendampingi masyarakat agar bisa mandiri dan berkembang," terangnya.
Baznas RI di awal tahun 2026 mengalokasikan sebanyak 9 ekor ternak kepada masing-masing peternak. Total ada 19 peternak yang mendapatkan bantuan tersebut.
"Terimankasih karena ini menjadi harapan baru bagi kami masyarakat Srembi Kembangan sebagai mata pencaharian. Semoga balai ternak kami bisa terus bangkit dan semakin berkembang," pungkasnya.(*)