KETIK, JAKARTA – Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas. Serangan terbaru terjadi pada Minggu malam ketika sejumlah wilayah di Provinsi Hormozgan, Iran bagian selatan, menjadi sasaran serangan.

Akibat dari serangan itu, dilaporkan menewaskan satu orang dan dua orang alami luka-luka.

Dilansir dari Al Jazeera pada Senin, 13 Juli 2026 dijelaskan bahwa, serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah melakukan serangan baru terhadap Iran pada Minggu malam.

Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut operasi tersebut bertujuan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang pelaut sipil yang melintasi jalur strategis Selat Hormuz.

Baca Juga:
Jelang Lawan Inggris, Haaland Merendah Sebut Norwegia Belum Layak Jadi Kandidat Juara Dunia

Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan dan fasilitas militer AS di kawasan Teluk.

Media Iran melaporkan bahwa sasaran-serangan tersebut mencakup fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, dan Qatar.

Situasi ini memicu kekhawatiran internasional, terutama negara-negara di kawasan Timur Tengah yang khawatir dapat mengganggu stabilitas keamanan dan arus perdagangan global.

Apalagi Iran dikabarkan kembali melakukan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan energi global. (*)

Baca Juga:
AS Serang Iran Lagi, Teheran Respon Akan Serang Balik